0


Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain.
Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.

Dikirim pada 10 Maret 2015 di Hikmah


Motivasi dan Tujuan Berbisnis

Meneladani Rasulullah SAW


Islam adalah sebuah sistem. Oleh karena itu, Islam memandang bahwa kehidupan ekonomi, sosial, dan pemerintahan tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan beragama (beribadah). Begitu pula dengan kebijakan keuangan publik, yang tidak mungkin dipisahkan dari etika bisnis Islam. Jika transaksi ekonomi tidak menggunakan etika Islam yang telah diajarkan Rasulullah, kita akan terjebak pada doktrin kapitalis yang sengaja memisahkan antara keyakinan beragama dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan kebijakan negara sehingga seolah-olah keduanya tidak berkaitan.

Dikirim pada 20 Agustus 2014 di Entrepreneur & Bisnis


Ibu Guru berjilbab rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari`at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, "Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.

Dikirim pada 17 Juni 2014 di Nasehat


Sifat angkuh dan sombong telah banyak mencelakakan makhluk ciptaan Allah subhanahu wata`ala, mulai dari peristiwa terusirnya Iblis dari sorga karena kesombongannya untuk tidak mau sujud kepada Nabi Adam alaihis salam tatkala diperintahkan oleh Allah subhanahu wata`ala untuk sujud hormat kepadanya.
Demikian juga Allah subhanahu wata`ala telah menenggelamkan Qorun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata`ala dan juga kepada sesama kaumnya.

Dikirim pada 07 Mei 2014 di Nasehat


BELAJAR DARI FALSAFAH HIDUP DAN KEAJAIBAN DUNIA SEMUT



Anda mungkin pernah mendengar kisah Iskandar Al-Maqduni, atau yang biasa disebut Alexander Agung ketika berada di medan perang. Ketika itu, ia berpikir keras memecahkan masalah yang dihadapinya. Dalam waktu sengggangnya, ia melihat seekor semut yang berusaha mendorong sebutir biji gandum. Iskandar Al-Maqduni terus memperhatikan strategi dan bagaimana cara semut itu bergerak naik ke atas. Karena beban semut itu terlalu berat, maka ia pun terjatuh. Namun ia terus bangkit lagi dan terus berusaha berkali-kali naik sambil mengangkat sebutir gandum itu, hingga akhirnya semut itu berhasil naik ke atas membawa apa yang ia dapatkan.

Dikirim pada 07 April 2013 di Nasehat


Berbagai sekolah pendidikan balita yang disebut dengan taman kanak-kanak menjadikan ragam permainan sebagai kurikulum pendidikannya. Pernah di salah satu taman kanak-kanak, para peserta didiknya disuruh membawa sekantong plastik kentang. Setiap anak diminta mengambil satu buah kentang dan menuliskan nama seseorang yang dibencinya. Dengan kata lain, setiap anak membawa sekantong plastik kresek kentang yang merupakan simbol orang-orang yang mereka benci.

Dikirim pada 02 April 2013 di Hikmah


Sore itu, hujan deras mengguyur kawasankampus UB. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, saat dimana aktivitas kantor dihentikan. Tetapi masih banyak pegawai yang belum meninggalkan
ruangan karena menunggu hujan reda. Di salah satu ruangan, seorang gadis mondar-mandir dengan sesekali menatap keluar jendela, memastikan apakah hujan sudah reda. Wajahnya tampak agak bingung.

Dikirim pada 15 Februari 2013 di Hikmah


Musim hujan sudah berlangsung dua bulan sehingga di mana-mana pepohonan nampak menghijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin.

“Apa kabar daun hijau,”katanya.Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang. “Oo,kamu ulat. Badanmu kelihatan kurus dan kecil,mengapa?”tanya daun hijau. “Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku.Bisakah engkau membantuku sobat?”kata ulat kecil.

“Tentu…tentu…mendekatlah kemari.” Daun hijau berpikir,”jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau. Hanya saja aku akan kelihatan berlobang2.Tapi tak apalah. ”

Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlobang di sana-sini namun ia bahagia bisa melakukan sesuatu bagi ulat kecil yang lapar. Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ke tanah,disapu orang dan dibakar.

Apa yang terlalu berarti di hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama?Tokh akhirnya semua yang ada akan binasa. Daun hijau yang baik mewakili orang2 yang masih mempunyai ” hati ” bagi sesamanya. Yang tidak menutup mata ketika sesamanya dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan seolah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri.

Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang tidak mudah ,tetapi indah. Ketika berkorban,diri kita sendiri menjadi seperti daun hijau yang berlobang namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. kita akan tetap hijau,Allah SWT akan tetap menjaga dan memelihara kita. Bagi “daun hijau”,berkorban merupakan suatu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai “daun hijau”. Suatu hari ia akan kering dan jatuh.

Demikianlah kehidupan kita,hidup ini hanya sementara kemudian kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan2 baik kepada sesame, pengorbanan ; pengertian ;kesetiaan ; kesabaran dan kerendahan hati.

Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membawa sukaciti tersendiri bagi anda. Dalam banyak hal kita bisa berkorban. Mendahulukan kepentingan sesama,melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yang kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yang bisa kita lakukan.

Yang mana yang sering kita lakukan? jadi ulat kecil yang menerima kabaikan orang atau manjadi “daun hijau” yang senang memberi?
Sudahkah pernah anda rasakan kesenangan yang “daun hijau” rasakan pada saat ia memberi daunnya untuk si ulat kecil ? Bisakah anda bedakan rasa yang akan anda rasakan bila: anda punya, maka anda memberi dan anda tidak punya, tetapi anda tetap memberi ??? anda punya dan memberi……itu sudah biasa,sudah umumnya,sudah tidak heran…tapi anda tidak punya, justru anda memberi lebih….itulah yang luar biasa !!!!!!

Dikirim pada 22 Oktober 2012 di Nasehat


Assalamualaikum. oke dech, ini ada cerita seru, cerita tentang si tajir dan seorang tukang becak.Pada suatu hari Si tajir yang shalih dan berprofesi sebagai pengusaha sukses sedang menginap di sebuah hotel mewah berbintang lima disemarang. Usai melakukan qiyamul-lail yang sudah menjadi rutinitasnya, ia bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat untuk shalat Shubuh berjamaah. Waktu saat itu menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan. Sehingga Ia ingin jalan-jalan sebentar sebelum sholat shubuh.

Begitu Ia keluar dari lobby hotel, Si Tajir pun meminta kepada tukang becak yang bernama Ibnu untuk mengantar keliling Semarang. Kira-kira belasan menit sudah Ibnu mengayuhkan pedal becak, sayup-sayup terdengar suara tarhim yang mengisyaratkan waktu shubuh akan tiba.

Dikirim pada 13 September 2012 di Kisah Islami
Profile

Apa yg ada di BELAKANG kita & di DEPAN kita adalah hal kecil dibandingkan dgn apa yg ada DALAM diri kita #MHMGatsu More About me

BlogRoll
Yahoo Messenger
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 457.668 kali


connect with ABATASA