0


Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain.
Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.

Dikirim pada 10 Maret 2015 di Hikmah


Pada masa Bani Ummayah berkuasa di Damaskus, hiduplah orang saleh bernama Hamid Al-Laffaf. Saat ini, ia sedang merasa bingung. Ketika ia hendak berangkat shalat Jumat, Hamid mendapat kabar kalau keledainya hilang dan tepung untuk persediaan makan mereka ikut menghilang.
"Betapa menyedihkan hidupku ini. Ladangku juga belum sempat aku sirami," pikir Hamid. "Jika aku pergi shalat Jumat, apakah kejadian buruk akan menimpaku juga?"
"Kenapa kau terlihat bingung?" tanya Istrinya yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya. "Berdiam diri tidak akan menyelesaikan semuanya," lanjutnya.

Dikirim pada 03 September 2014 di Hikmah


Motivasi dan Tujuan Berbisnis

Meneladani Rasulullah SAW


Islam adalah sebuah sistem. Oleh karena itu, Islam memandang bahwa kehidupan ekonomi, sosial, dan pemerintahan tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan beragama (beribadah). Begitu pula dengan kebijakan keuangan publik, yang tidak mungkin dipisahkan dari etika bisnis Islam. Jika transaksi ekonomi tidak menggunakan etika Islam yang telah diajarkan Rasulullah, kita akan terjebak pada doktrin kapitalis yang sengaja memisahkan antara keyakinan beragama dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan kebijakan negara sehingga seolah-olah keduanya tidak berkaitan.

Dikirim pada 20 Agustus 2014 di Entrepreneur & Bisnis


Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya:
1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya.

Dikirim pada 19 Agustus 2014 di Nasehat


Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi.

Dikirim pada 16 Juli 2014 di Kutipan


Ibu Guru berjilbab rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari`at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, "Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.

Dikirim pada 17 Juni 2014 di Nasehat


" Jadilah yang paling baik dari dua orang manusia." - Muhammad Rasulullah SAW -
Kebanyakan manusia salah dalam mengartikan makna menjadi paling baik dalam hidup ini. Apakah itu dalam hubungan antara dua orang atau lebih dalam kaitannya dengan pekerjaan, bisnis, usaha, persahabatan sampai bertetangga.
Banyak orang yang berusaha menjadi paling baik dibandingkan dengan orang lain dengan cara mengalahkannya, merendahkannya atau menyingkirkannya. Banyak juga yang berusaha menjadi lebih baik dibanding orang lain dengan ukuran penampilan luar atau ukuran duniawi semata, seperti mobil lebih mewah, rumah lebih besar, pakaian dan asesories lebih mahal, dll. Ada juga orang yang berusaha menjadi paling baik dibandingkan orang lain dengan ukuran lebih tinggi dalam kedudukan atau pangkat dan jabatan, lebih tinggi dibanding lainnya dalam hal kehormatan, kesombongan, popularitas, keegoan pribadi, dll.

Dikirim pada 16 Mei 2014 di Motivasi


Sifat angkuh dan sombong telah banyak mencelakakan makhluk ciptaan Allah subhanahu wata`ala, mulai dari peristiwa terusirnya Iblis dari sorga karena kesombongannya untuk tidak mau sujud kepada Nabi Adam alaihis salam tatkala diperintahkan oleh Allah subhanahu wata`ala untuk sujud hormat kepadanya.
Demikian juga Allah subhanahu wata`ala telah menenggelamkan Qorun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata`ala dan juga kepada sesama kaumnya.

Dikirim pada 07 Mei 2014 di Nasehat


"Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tanganNya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih disukai Allah daripada harum minyak kasturi." (HR. Bukhari).
"Ada anak bertanya pada bapaknya, buat apa berlapar-lapar puasa", lagu Bimbo itu kunyanyikan di depan Ayah berulang-ulang di tengah sebuah siang bulan Ramadhan yang panas. Sebenarnya aku tidak berniat apa-apa. Kebetulan lagu itu sedang hits dan sering muncul di radio sehingga mulutku yang hobi nyanyi ini latah dan terus menerus menyanyikannya. Tapi terus terang sebagai anak kecil yang baru belajar puasa, terkadang teks lagu itu ingin sekali kutanyakan kepada Ayah.

Dikirim pada 16 April 2014 di Hikmah


Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s. tetap merindukan siti hawa.

Dikirim pada 10 April 2014 di Hikmah


Pada suatu hari ...
Angin topan bertiup sangat kencang menenggelamkan sebuah perahu di permukaan laut dan hanya sebagian orang yang selamat. Diantara mereka ada yang terbawa ombak menuju sebuah pantai di pulau yang tidak dikenal dan telah ditinggalkan penghuninya!

Dikirim pada 18 Maret 2014 di Kutipan


Dalam perkembangan hidupnya, manusia seringkali berhadapan dengan berbagai masalah yang mengatasinya berat. Akibatnya timbul kecemasan, ketakutan dan ketidaktenangan, bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang semula dianggap tidak mungkin dilakukannya, baik melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti banyak terjadi kasus pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri maupun melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri.

Dikirim pada 11 Maret 2014 di Motivasi


Meraih Cinta Memperindah Jiwa

By: M. Agus Syafii
Dalam hidup ini yang membuat indah dan bahagia karena kita meraih cinta meperindah jiwa. Jiwa yang indah ketika mampu mencintai pasangan kita dengan setulus. Pernahkah anda dengan tulus mengungkapkan isi hati anda kepada orang yang anda cintai, "Betapa aku mencintaimu." Haruskah anda mengungkapkan perasaan anda itu setelah orang yang anda cintai itu telah pergi?" Allah melatih kita dengan berbagai cobaan dan ujian yang penuh luka, perih dan air mata agar kita memiliki kekuatan dan kesabaran di dalam mengarungi bahtera kehidupan sekaligus agar kita berhati-hati dan berani untuk mengkoreksi diri kita sendiri. Ujian dan cobaan yang kita hadapi juga wujud kasih sayang Allah yang mengingatkan kita atas perbuatan bila ada yang kurang tepat dari yang kita kerjakan.

Dikirim pada 24 Februari 2014 di Kutipan


Hiduplah untuk Hari Ini
Sungguh keliru jika Anda menenggelamkan diri dalam angan-angan masa depan. Ketika melamun, pikiran seseorang melayang memasuki ruang tanpa batas. Berbagai sangkaan dan asumsi bergerak cepat memenuhi pikiran, lalu segera mengubahnya menjadi kecemasan yang melelahkan dan kerisauan yang mencengkeram. Mengapa Anda membiarkan pikiran Anda dikekang keraguan dan dipermainkan kegelisahan?!

Dikirim pada 05 Februari 2014 di Motivasi


Peluang berbeda dengan nasib. Dua orang yang memiliki peluang sana belum tentu nasibnya sama. Banyak faktor yang menjadi penentu keberhasilan, ada faktor dibawah kendali dan ada faktor diluar kendali. Teori sederhana mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan intelektual seseorang, semakin tinggi pula peluang mencapai keberhasilan. Akan tetapi kenyataan menunjukkan bahwa banyak orang yang memiliki IQ sangat tinggi justru bekerja dibawah perusahaan yang dipimpin oleh orang yang IQ-nya sedang-sedang saja.

Dikirim pada 20 Januari 2014 di Motivasi


"Ya Allah, kuatkan hamba," ucap lirih seorang laki-laki yang hatinya hancur. Laki-laki itu separuh baya. Wajahnya terlihat lebih tua daripada usianya sendiri. Awalnya ketika pernikahannya cukup membahagiakan sampai istrinya hamil dan melahirkan. Diusia anak laki-lakinya berumur sembilan bulan, istrinya meninggalkannya dan anak laki-lakinya. Istrinya meninggalkan karena kehidupan yang susah, `aku menikah agar aku hidup bahagia bukan hidup susah.` begitu kata istrinya.

Dikirim pada 17 Januari 2014 di Motivasi


Aku seorang gadis dari keluarga taat beragama dan ternama. Aku dididik di atas akhlak dan pendidikan Islam. Aku bukan gadis rendahan atau pencari hiburan. Aku tidak membayangkan suatu hari di mana aku melakukan perbuatan yang mengundang murka Allah. Aku menikah dengan seorang laki-laki yang dihormati. Dia mencintaiku dan aku mencintainya. Dia sangat mempercayaiku, sangat memanjakanku. Bahkan ke­luargaku dan beberapa kerabat mengakui bahwa aku sangat dimanjakan oleh suami. Kemanjaan yang belum pernah didapatkan oleh seorang istri di manapun.

Dikirim pada 07 Januari 2014 di Nasehat


Mahasuci Allah, Zat yang mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk- makhluk-Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang terlepas dari diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut.

Dikirim pada 06 Januari 2014 di Hikmah


Dari kehidupan yang telah kita lalui pastilah banyak pengalaman pahit ,getir ataupun manis yang kita rasakan,yang seharusnya ini justru menjadi pengobar semangat kita dalam menggapai impian,
Kehidupan ini memang terkadang tidak seperti yang kita harapkan,kadangada kalanya kita terlepas dari sesuatu yang menjadi impian kita.

Dikirim pada 18 Desember 2013 di Hikmah


Oleh Febty Febriani

Malam itu untuk kesekian kalinya aku berada di tempat itu. Sebuah tempat yang jaraknya tidak cukup jauh dengan letak kantorku. Namun, karena rute angkot di kota Kembang, maka untuk menuju ke tempat itu tidak cukup hanya dengan menggunakan satu kali angkot, harus dua kali.

Dikirim pada 16 Desember 2013 di Nasehat


Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut menghiasi mahkota kepalanya yang diikat dengan penjepit rambut. Namun raut wajah bulat telur itu seakan tak pernah sekalipun terlihat cemberut. Ia selalu tampak riang, sehingga menyembunyikan parasnya yang jelas telah digurati keriput.

Dikirim pada 05 Desember 2013 di Nasehat


"Aku nyari - nyari koki yang cocok buat lidahmu, ternyata ada di dalam diriku! He... He, masakan spesial untukmu malam ini"
SMS dari suami saya yang terlalu Pede ini datang begitu melambungkan rasa bahagia. Kejutan yang bagi saya tidaklah kecil nilainya. Amat berharga dan bernilai emosi tinggi.

Dikirim pada 04 Desember 2013 di Hikmah


Disebutkan bahwa Nabi Adam A.S telah berkata, "Sesungguhnya Allah S.W.T telah memberikan kepada umat Muhammad S.A.W empat kemuliaan yang tidak diberikan kepadaku:

Dikirim pada 02 Desember 2013 di Nasehat


Masa SMP, merupakan masa dimana Aku baru tumbunh menjadi anak yang sedikit mulai memperhatikan kehidupan yang sesungguhnya. Mungkin orang lain belum sempat memikirkan hal apa yang aku pikirkan, tapi karena kondisi kehidupankulah yang memaksa menjadi sewasa sebelum waktunya. Dimana aku sudah ikut memikirkan masalah-masalah yang terjadi di dalam keluargaku.
Aku, anak pertama dari 2 bersaudara.

Dikirim pada 29 November 2013 di Kisah Islami


Kunci keberhasilan dan kebahagiaan dalam berpasangan adalah terjadinya keseimbangan. Jika berpasang-pasangan itu dilakukan dengan cara menabrak keseimbangan maka hasilnya pun adalah masalah.
Jadi, tidaklah cukup kita hanya menciptakan mekanisme berpasang-pasangan. Karena banyak sekali proses berpasangan itu yang dilakukan dengan mengabaikan persyaratan mendasarnya yaitu keseimbangan.

Dikirim pada 21 November 2013 di Nasehat


Ibnu Abbas ra. Adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi`in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.
Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu: Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur. Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona`ah),

Dikirim pada 15 November 2013 di Nasehat


Oleh: Bayu Gawtama
Suatu hari, ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya. "Guru, tunjukkan saya satu tempat sebagai tempat sembunyi paling aman..."
Dengan tenang, sang guru menjawab, "bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka, "
Mendengar jawaban itu, si murid terheran dan bertanya kembali, "Guru, saya ini sudah lelah terus menerus sembunyi namun tetap saja diketahui orang.

Dikirim pada 07 November 2013 di Kutipan


Oleh : Al Ustadzah Ummu Ishaq bintu Husein Al Atsariyyah
Saudariku Muslimah,
Bagi kebanyakan kaum wanita, ibu ibu ataupun remaja putri, bergunjing membicarakan aib, cacat, atau cela yang ada pada orang lain bukanlah perkara yang besar. Bahkan dimata mereka terbilang remeh, ringan dan begitu gampang meluncur dari lisan. Seakan akan obrolan tidak asyik bila tidak membicarakan kekurangan orang lain . " Si Fulanah begini dan begitu....". " Si "Alanah orang nya suka ini dan itu..."

Dikirim pada 06 November 2013 di Nasehat


Allah SWT mensifati umat Islam dalam Al-Qur`an sebagai umat yang terbaik karena menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar. (Al-Imran [3] ayat 110) yang artinya :

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik".

Dikirim pada 01 November 2013 di Nasehat


Pada tulisan kali ini saya akan mencoba menyampaikan etika-etika dasar dalam mencari ilmu yang saya kutip dari buku “Tips Belajar Para Ulama”, terjemahan dari dua buah buku “Adabu Tholib al-’Ilm” karya Dr. Anas Ahmad Karzun dan “Kaifa Tathlub al-’Ilm” karya Dr. ‘Aidh al-Qorni, MA. Ada 13 etika dasar mencari ilmu yang disampaikan oleh Dr. Anas Ahmad Karzun dalam buku tersebut, yang dalam tulisan ini akan saya sampaikan ringkasannya (dengan sedikit perubahan redaksi, tapi sama sekali tak mengubah isi) sebagai berikut:

Dikirim pada 30 Oktober 2013 di Motivasi


Pelajaran yang paling berharga dalam hidup adalah tatkala kita mampu memberikan sesuatu kepada orang lain apalagi saat yang bersangkutan membutuhkan. Keindahan yang terjadi adalah di mana ada semacam satu bentuk kasih sayang terjadi dalamnya. Memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan adalah pengorbanan yang sangat berharga dalam hidup dan itu akan member makna yang sangat luar biasa.

Dikirim pada 23 Oktober 2013 di Motivasi
23 Okt


Selalu ada saja orang yang suka menangguk ikan di air yang keruh. Mereka mngambil keuntungan dari ke adaan yang kacau balau untuk kepehtingan diri sendiri. Bahkan acap kali mereka tidak segan-segan melakukan penipuan terhadap rakyat kecil yang tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa. Tatkala Perang Badr sedang berkecamuk, suasana kehidupan dilanda ketegangan yang kian mencekam karena orang-orang kafir Quraisy, dengan kekuatan tentara tiga kali lipat daripada pasukan Nabi, mengancam akan mengadakanpenghancuran besar-besaran terhadap umat Islam, terutama yang tinggal di daerah-daerah terpencil.

Dikirim pada 23 Oktober 2013 di Nasehat


Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur, Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, Aku akan memelukmu erat dan menciummu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.

Dikirim pada 16 Oktober 2013 di Motivasi


Saling Melempar Tanggung Jawab

Saling Melempar Tanggung Jawab

Anak adalah tanggung jawab orang tua, baik itu ayah maupun ibu. la wajib mendapatkan kasih sayang, pendidikan, perhatian, kebersamaan, serta berbagai bentuk tanggung jawab lainnya. Alangkah berdosanya manakala orang tua mengabaikan hal ini, sehingga menjadikan anaknya terlantar di rumahnya sendiri. Berdosalah keduanya karena telah menyia- nyiakan titipan yang Allah berikan kepada kita.

Dikirim pada 10 Oktober 2013 di Kutipan


Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memutuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup di tutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’ penglupan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya.

Dikirim pada 09 Oktober 2013 di Nasehat


Dalam perkembangan hidupnya, manusia seringkali berhadapan dengan berbagai masalah yang mengatasinya berat. Akibatnya timbul kecemasan, ketakutan dan ketidaktenangan, bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang semula dianggap tidak mungkin dilakukannya, baik melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti banyak terjadi kasus pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri maupun melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri.

Dikirim pada 07 Oktober 2013 di Motivasi


Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun, bersegeralah untuk beramal karena kita tidak pernah tahu dari semua yang kita lakukan, yang manakah yang dapat membuat kita bisa berarti dan yang terpenting bisa bernilai di hadapan Allah Swt.. Dan jangan pula meremehkan dosa kecil karena bila ia dilakukan terus-menerus akan menjadi besar, menumpuk dan membuat kita terkejut. Kebermaknaan dan keberkahan usia kita tidak menjadi kumpulan angka-angka semata dapat terbentuk dari kumpulan kebaikan- kebaikan kecil dan dianggap sederhana. Ada sebuah pribahasa sunda "cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok" yang artinya tetesan air menimpa batu lambat laun menjadi lubang atau sedikit-sedikit lama-lama akan menjadi bukit. Kadangkala harus menjadi sebuah perenungan kembali bagi kita dalam mengatur langkah agar hidup ini semakin indah untuk dijalani.

Dikirim pada 18 September 2013 di Hikmah


Oleh: Rahmat

Muhammad Ali mengatakan bahwa sang juara dihasilkan dari keinginan, impian, dan visi. Sementara, Dennis Waitley, mengatakan bahwa pemenang selalu mengatakan ‘saya akan’ dan ‘saya bisa’. Ini adalah pekerjaan pikiran. Memang tidak nyata tetapi akan membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan Anda jika pikiran Anda sudah terkondisikan seperti yang dijelaskan di atas.

Dikirim pada 13 September 2013 di Kutipan


Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih, atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama artinya dengan membunuh semangat, memupus tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, bekas-bekas masa lalu akan dilipat dan tak pernah kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya, atau diletakan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis, keresahan tak akan sanggup

Dikirim pada 04 September 2013 di Nasehat


Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. (Jika kamu menghitung nikmat Anllah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.) (QS. Ibrahim:34)

Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah Anda memilki, dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan tetapi tak pernah mengetahuinya. (Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir batin) (QS. Luqman:20) Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan, dan dua kaki. (Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?) (QS. Arrahman:13)

Dikirim pada 29 Agustus 2013 di Nasehat


Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Saudaraku, hampir dipastikan tidak ada seorang pun yang mengharapkan dirinya terbelakang. Baik ilmu, keahlian, maupun penampilan. Seiring dengan itu sarana pun turut memenuhinya. Kini, bermunculan buku-buku terbitan baru, menjamurnya tempat kursus dan pelatihan-pelatihan, juga semaraknya model pakaian, tas, sepatu baru. Namun sayang, tidak banyak yang menyadari akan pentingnya hal tersebut.

Dikirim pada 29 Agustus 2013 di Kutipan


Bismillah..

Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka ?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..

Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..

Dikirim pada 23 Agustus 2013 di Nasehat


Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.

1. AKU BUKAN ANCAMAN BAGIMU

Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari)

Dikirim pada 21 Agustus 2013 di Kutipan


Dari kehidupan yang telah kita lalui pastilah banyak pengalaman pahit ,getir ataupun manis yang kita rasakan,yang seharusnya ini justru menjadi pengobar semangat kita dalam menggapai impian,

Kehidupan ini memang terkadang tidak seperti yang kita harapkan,kadangada kalanya kita terlepas dari sesuatu yang menjadi impian kita.

Dikirim pada 18 Agustus 2013 di Hikmah


Mahasuci Allah, zat yang mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhluk-Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang akan terlepas dari diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut.

Dikirim pada 16 Agustus 2013 di Motivasi


Firman Alloh SWT :”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung“. (QS. Ali Imran 104:105).

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)”. (Hadist Riwayat Tabrani)

Dikirim pada 15 Agustus 2013 di Kutipan


Kalau ada pakaian yang robek, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memeras susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.

Dikirim pada 13 Agustus 2013 di Nasehat


Fajar 1 Syawal menyingsing, menandai berakhirnya bulan penuh kemuliaan. Senyum kemenangan terukir diwajah-wajah perindu Ramadhan, sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan. Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang, menyeru nama Allah lewat takbir, hingga langit pun bersaksi, di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata keharuan saat berlebaran. Sementara itu, langkah sepasang kaki terhenti oleh sesegukan gadis kecil di tepi jalan. “Gerangan apakah yang membuat engkau menangis anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik segukan sang gadis.

Dikirim pada 10 Agustus 2013 di Kisah Islami


Allooh Subhannahu Ta’ala berfirman:

“Harta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia “(QS. Al-Kahfi:46)

Ya tentu saja, anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Betapa jiwa kita merasa bahagia menyaksikan mereka dan hati pun bergembira saat bercanda ria dengan mereka.

Namun waspadalah, sebab anak adalah fitnah (ujian).

Dan Allooh Subhannahu Ta’ala berfirman:

Dikirim pada 08 Agustus 2013 di Nasehat


Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pantas dan menjauhi segala perilaku tidak patut. Orang yang memiliki watak malu adalah orang yang cepat menyingkiri segala bentuk kejahatan. Sebaliknya, yang tidak memiliki rasa malu berarti ia akan dengan tenang melakukan kejahatan, tidak peduli omongan, bahkan, cercaan orang lain. “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,” begitu mottonya.

Islam menilai, watak malu itu merupakan bagian dari iman. Dengan demikian, orang yang tidak mempunyai rasa malu adalah orang yang hilang imannya. Orang hidup bermasyarakat sudah tentu harus mendengarkan apa kata masyarakat tentang dirinya. Masyarakat tak pelak lagi sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan anggotanya. Masyarakat pula yang berhak mengoreksi apa-apa kelakuan yang tidak baik atau tak pantas anggotanya. Bagi yang tak punya malu, omongan atau koreksi masyarakat akan dianggapnya angin lalu.

Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya, yang dapat diambil sebagai pelajaran dari para nabi terdahulu ialah, apabila kamu sudah tidak mempunyai perasaan malu maka berbuatlah semaumu;” riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Itu berarti, orang yang demikian sulit untuk mau mawas diri, meski berhadapan dengan umpatan dan kecaman orang banyak pun.

Berdasar riwayat Ibnu Umar, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung, bila berkehendak menjatuhkan seseorang maka Allah cabut dari orang itu rasa malunya”. Ia hanya akan menerima kesusahan dari orang banyak yang marah kepadanya. Melalui ungkapan kemarahan itu, hilang pulalah kepercayaan orang kepadanya. Bila kepercayaan kepadanya sudah hilang maka ia akan jadi orang yang khianat. Dengan menjadi khianat maka dicabutlah kerahmatan dari dirinya. Bila rahmat dicabut darinya maka jadilah ia orang yang dikutuk dan dilaknati orang banyak. Dan bila ia menjadi orang yang dilaknati orang banyak maka lepaslah ikatannya dengan Islam.

***

Sumber: Republika


Dikirim pada 07 Agustus 2013 di Hikmah


Terkadang hidup ini bukan apa yang kita inginkan terjadi, melainkan ketetapan Allah yang tidak seperti kita harapkan. Itulah sumber dari kesedihan yang kita rasakan. Rasa sepi, duka, tekanan batin dan berbagai rasa sakit yang menyertai perbuatan orang yang justru anda cintai, telah mencoba menghadapi dan mengatasinya. Kini anda merasa seorang diri, menderita ketegangan jiwa, stress kekhawatiran dalam menjalani hidup ini tidaklah mudah. Kesedihan yang mendalam justru karena perbuatan orang yang kita cintai. Kita menggantungkan harapan yang begitu besar namun yang terjadi malah justru kita menjadi kecewa dan itu membuat kita menjadi sedih dan terluka.

Dikirim pada 07 Juli 2013 di Nasehat


Andaikata, uang kita diambil satu bagian, lalu dikembalikan sebanyak tujuh belas kali lipat, maukah kita? Andaikata, yang mengambil tidak memberitahu lebih dahulu, kalau nantinya akan dibayar dengan berlipat ganda, maukah kita?

Marilah kita ikuti pengalaman nyata seorang bapak muda yang cukup menarik untuk dikaji. Sebutlah Pak A. Sekitar 14 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1988, seorang muda yang baru dikarunia seorang anak, is bekerja sambil menyelesaikan kuliahnya yang tinggal sebentar lagi selesai. Gaji yang didapatkan dari pekerjaannya itu setiap bulannya dapat dikatakan sangat tidak cukup untuk biaya hidupnya beserta istri dan seorang anak kecilnya.

Dikirim pada 25 Juni 2013 di Nasehat


Malaikat Jibril pernah hadir di tengah-tengah majelis Rasulullah SAW Ketika itu Jibril mengajukan serangkaian pertanyaan yang mampu dijawab Rasul dengan baik. Setiap kali Rasul menjawab, Jibril mengatakan, “Engkau benar!” Hal ini membuat heran para sahabat. Dia yang bertanya, tapi dia pula yang membenarkan jawaban Rasul. Keheranan ini terjawab ketika Rasul mengatakan kalau yang datang itu adalah Malaikat Jibril yang sengaja memberi pelajaran kepada mereka tentang iman, Islam dan ihsan.

Ihsan adalah beribadah seolah-olah melihat Allah. Bila kita tidak melihat Allah, maka sesungguhnya Allah melihat kita. Demikian makna ihsan menurut Rasulullah SAW (HR Muslim). Jadi, ihsan menunjukkan satu kondisi kejiwaan manusia, berupa penghayatan bahwa dirinya senantiasa diawasi oleh Allah. Perasaan ini akan melahirkan sikap hati-hati, waspada dan terkendalinya suasana jiwa.

Iman, Islam, dan ihsan adalah tiga pilar bangunan Islam. Sehingga ihsan tidak bisa dilepaskan dari rukun iman dan rukun Islam. Ketiganya saling melengkapi. Kalau diilustrasikan, fondasinya adalah rukun iman, pilar-pilar dengan keseluruhan bangunan yang ada di atasnya adalah rukun Islam, dan ihsan sebagai ruhnya. Jadi, ihsan adalah penentu hadir dan tidaknya ruh seorang Muslim dalam menjalankan aturan Islam. Ketika seseorang beriman, berislam, namun tidak berihsan, maka saat itu ia belum sampai pada ruh ajaran Islam. Karena itu sangat penting bagi setiap Muslim untuk terus melakukan introspeksi diri, apakah sudah melakukan tajdiidul ihsan atau belum. Jangan sampai karena sibuk mencari dunia, aktivitas yang kita lakukan kehilangan ruhnya.

Membangun sikap ihsan

Sebentar lagi kita akan kembali memasuki bulan Ramadan. Tema sentral Ramadan adalah menjalankan ibadah saum. Kita menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal dilakukan di luar Ramadan. Bukan hanya menahan diri dari hal yang haram, tapi dari hal yang halal, seperti makan, minum dan hubungan seks. Bila demikian saum erat kaitannya dengan ihsan. Sebab, siapa pun yang tidak memiliki sifat ihsan, mustahil akan bisa melakukan saum. Tanpa sikap ihsan, seseorang tidak akan memiliki kemampuan untuk menahan diri dari hal yang dihalalkan maupun diharamkan.

Allah SWT mendesain waktu yang panjang demi berjalannya proses penerapan rukun Islam. Dalam setahun, rukun Islam–khususnya rukun yang empat sesudah syahadat–dijalankan sejak bulan Rajab sampai Muharam. Perintah shalat hadir di bulan Rajab, melalui peristiwa Isra Mi’raj. Lalu perintah saum terjadi di bulan Ramadan, zakat di akhir Ramadan, dan haji di bulan Dzulqa’dah. Dari sana lalu masuk bulan Muharam atau tahun baru Hijriyah. Setelah memasuki tahun baru hijrah, umat yang berhaji diharapkan bisa kembali dengan membawa semangat hijrah yang membawa perubahan pada dirinya. Mengapa syahadat tidak memiliki momen khusus? Syahadat adalah transaksi kehidupan kita dengan Allah yang harus terus berlangsung selama 12 bulan penuh.

Jadi kita tidak bisa menumbuhkan ihsan hanya pada bulan Ramadan saja. Ihsan harus dilihat sebagai sebuah proses panjang, dari mulai shalat, saum, zakat serta haji.

Ihsan dan keimanan

Pertanyaannya, bagaimana cara mempertahankan sikap ihsan ini? Mempertahankan ihsan tidak jauh beda dengan mempertahankan iman. Dalam sebuah hadis disabdakan bahwa al-iimanu yazid wa laa yankus. Iman itu kadang bertambah, kadang berkurang, kadang naik, kadang turun. Kalau dibuat grafik, naik turunnya iman ada tiga.

Pertama, garis turun dan garis naik berada dalam posisi sama. Naik +10, turun -10. Keimanan seperti ini memungkinkan seseorang mendapatkan khusnul khatimah (baik di akhir), bila Allah berkenan mencabut nyawanya pada saat iman sedang naik +10. Namun bila Allah mencabut nyawanya pada saat imannya turun (-10), maka ia akan mendapatkan su’ul khatimah (jelek di akhir).

Kedua, naiknya sedikit, tapi mudah turun secara drastis. Misal, naik +2, turun -15, dst. Orang yang memiliki keimanan seperti ini, kemungkinan besar akan meninggal dalam kondisi su’ul khatimah. Ketiga, naiknya cepat, tapi lambat turunnya dan sedikit. Orang dengan iman konstruktif seperti ini, ketika ketaatannya naik, ia akan merasakan betapa lezatnya keimanan. Namun saat ia terjatuh pada kemaksiatan, ia akan resah dan ingin segera meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Menjaga sikap ihsan

Ada tiga cara untuk meningkatkan kualitas iman dan ihsan. Pertama, tadzwidul ‘ulum atau membekali diri dengan ilmu tentang hakikat kebenaran dan jalan hidup. Kalau kita ingin memiliki ihsan yang terpelihara, jadilah orang yang haus ilmu dan terus belajar tentang kebenaran (agama).

Kedua, kita harus memiliki shahabatus shalihin atau bersahabat dengan orang shalih. Kita boleh kenal dengan sembarang orang, tapi kita tidak boleh bersahabat dengan sembarang orang. Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang akan mengikuti agama dan keyakinan sahabat karibnya. Maka hendaknya seseorang memerhatikan siapa yang akan dijadikan sahabat karibnya (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Ketiga, amalkan hadis Nabi bahwa agama itu nasihat (saling menasihati). Faktor ketiga ini sulit dilakukan sebagian besar masyarakat kita. sebab, masyarakat kita memiliki tiga penyakit. [1]. Penyakit ewuh pekewuh, merasa sungkan, ada beban psikologis saat harus menasehati orang lain dalam kebaikan. [2]. Masyarakat kita belum menjadi masyarakat yang digambarkan Rasul. Kata Rasul, umat Islam itu laksana sisir, di mana anak sisir selalu sama tinggi dan sama rendah (egaliter). Masyarakat kita cenderung paternalistik. Orang yang lebih rendah akan sulit menasehati orang yang lebih tinggi. Padahal kehidupan Rasul dan para sahabat sangat egaliter. [3]. Cycle linguistic. Bahasa yang kita miliki sangat kaya ungkapan kebencian dan miskin ungkapan cinta serta kasih sayang.

Kalau tiga hal tersebut kita jalankan dengan baik, insya Allah bukan hanya iman yang bisa dipertahankan, tapi juga ihsan. Bila ihsan tetap menyala dalam hati seorang Muslim, niscaya ia akan jadi manusia unggul. Ia tidak hanya berpikir sekadar beramal, tapi akan berpikir bagaimana amal tersebut bisa optimal. Karena itu, seorang ihsan akan terhindar dari sifat under achiever, minder, merasa cukup dengan nilai delapan padahal ia mampu meraih nilai sepuluh.

Hakikatnya, ihsan itu dekat dengan itqan, yaitu selalu rapih, tertib dan mampu menata hidup dengan baik. Itulah cerminan para muhsinin. (tri )

***

Sumber: republika.co.id




Dikirim pada 19 Juni 2013 di Motivasi


Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.

Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik di antara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acap kali menakutkan.

Dikirim pada 16 Juni 2013 di Motivasi


Jam menunjukkan pukul 23.00. Tapi mata belum juga bisa terpejamkan. Setelah menyaksikan adegan istimewa yang disuguhkan Allah Swt di dinding kamar saya, bagaimana upaya seekor cicak menyambut rizkinya. Tiba-tiba tanpa sengaja pikiran saya melayang jauh ke masa lampau. Waktu itu bertepatan dengan hari ke sebelas bulan ramadhan.

Sosok ibu kami, pada masanya, beliau tidak pernah merasakan bagaimana menjadi seorang murid. Beliau tidak pernah sekolah. Walaupun hanya setingkat sekolah dasar. Tetapi cara-cara beliau mendidik dan memberi pelajaran kepada kami, sungguh sangat mengesankan dan membuat kami selalu kagum pada beliau. Diantara sekian banyak pelajaran kehidupan yang kami terima, ada satu hal yang terus saya ingat, apabila pikiran terbayang pada beliau.


Pada sore hari yang cerah, saya mau mengambil buah jambu yang ada di halaman rumah kami. Buah jambu itu tampak sudah matang dan begitu menggairahkan. Perlu diketahui bahwa pohon jambu yang kami tanam di depan rumah kami adalah buah ‘jambu jepang’, istilah orang kampung. Pohon itu sangat langka pada saat itu.

Di kampung tempat kami tinggal hanya ada satu pohon itu saja. Sehingga semua orang yang melihatnya kepingin sekali merasakan bagaimana rasa buah `jambu jepang’ tersebut. Pohon itu kalau berbuah juga tidak terlalu banyak. Kadang-kadang satu pohon hanya ada satu atau dua buah saja yang masak. Perlu diketahui pula bahwa buahnya sangat kecil hanya sebesar buah kelengkeng saja. Tetapi baunya harum dan rasanya manis.

Pada hari itu, buah jambu yang masak ada dua buah. Ketika sore itu saya mau mengambil buah yang sudah ranum, ibu melarangnya. Sehingga saya agak kecewa karenanya.

Kata saya : ‘..Mengapa bu, saya tidak boleh mengambil buah tersebut? Kan itu milik kita. Kalau tidak cepat diambil nanti kan membusuk?”

Jawab ibu : “Nak, kita kan sudah pernah makan buah tersebut. Walaupun dengan menunggu dalam waktu yang cukup lama. Dan memang kadang-kadang kita hanya bisa makan satu atau dua buah saja yang sedang masak. Tetapi tetangga depan rumah kita itu, belum pernah mencicipinya. Kemarin ibu lihat anaknya pingin sekali mengambil jambu itu. Karena itu janganlah diambil. Berikan buah jambu itu kepada mereka. Agar hatinya senang…

Kembali mata saya berkaca-kaca, mengingat peristiwa sederhana itu. Sebuah peristiwa yang mungkin setiap orang akan pernah menjumpainya dalam keluarganya masing-masing. Atau dalam lingkungan lainnya, dengan model yang berbeda.

“Dahulukanlah orang lain… ! Begitulah kira-kira inti pelajaran istimewa yang saya terima dari beliau Mengenang peristiwa itu, saya jadi teringat sebuah riwayat yang menceritakan tentang seorang sahabat yang oleh rasulullah disuruh menjamu tamunya. Ceritanya, di rumah sahabat tersebut tidak terdapat sesuatu makanan, kecuali makanan milik anaknya. Karena sang pemilik rumah ingin lebih mengutamakan tamunya dari pada keluarganya, ia memberikan makanan milik anaknya tersebut kepada tamunya dengan cara yang sangat luar biasa.

Yaitu ketika waktu makan bersama tamunya, sang pemilik rumah pura-pura makan juga, padahal piringnya kosong. Mengapa pura-pura? Supaya sang tamu tidak mengetahui kalau pemilik rumah sebenarnya tidak ikut makan. Untuk maksud itu, maka lampu di dalam rumahnya dipadamkan. Pura-pura kehabisan minyak. Setelah suasana menjadi gelap, maka mereka ‘makan’ bersama-sama. Sang tamu makan sungguhan, sang pemilik rumah makan pura-pura, padahal perutnya sangatlah laparnya.

Peristiwa itu begitu luar biasanya, sehingga turunlah ayat Al-Qur’an surat Al-Hasyr (59) : 9, sebagai penghargaan terhadap peristiwa tersebut.

Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Kalaulah sampai Allah Swt, menurunkan sebuah ayat lantaran peristiwa tersebut, sungguh betapa hebatnya kejadian itu sehingga perlu diabadikan dalam kitab suci akhir zaman ini. Agar bisa dicontoh dan diteladani oleh umat manusia.

Demikian pula banyak pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh Rasulullah saw, agar kita selalu berbuat baik kepada orang lain, serta memiliki sifat murah hati terhadap orang lain.

Anas bin Malik ra, berkata, bahwa rasulullah saw itu, tidak pernah diminta kecuali selalu memberi. Pernah datang seorang lelaki kepada Rasulullah untuk meminta, maka beliau memberikan kambing-kambing yang banyak yang berada diantara dua gunung, kambing sadaqah. Maka lelaki itu pulang dan ia berkata kepada kaumnya…

Wahai kaumku, masuk Islamlah kalian semua! Sesungguhnya Muhammad itu amat pemurah. Ia memberi dengan pemberian yang sangat banyak, tidak pernah takut melarat…

***

Dikirim pada 15 Juni 2013 di Nasehat


Sepasang suami istri, ikhwan dan akhwat, berjalan kaki bersama sambil tertawa dan bercanda ria. Dari kejauhan, mereka melihat ada dua ekor kucing tengah berjalan beriringan. Ibu kucing dan anaknya yang masih kecil. Si kucing kecil berjalan di belakang, mengikuti ibunya. Sangat lucu.

“Wah, lihat Mas…, ada kucing kecil lagi sama ibunya…” ujar sang istri dengan gembira sambil menunjuk dua ekor kucing yang terlihat dari kejauhan.

Saat sudah dekat dengan kucing-kucing itu, mereka menyapa,

“Hai… Puss… Puss…”

Dikirim pada 14 Juni 2013 di Hikmah


Banyak di antara kita yang hidup dalam bayangan hawa nafsu belaka. Kita sibuk mengumpulkan harta bahkan kadang iri hati ketika melihat orang lain memiliki materi yang lebih. Kesuksesan hidup dalam pikiran kita hanyalah rumah mewah, mobil mewah, gadget modern, dan ingin di pandang orang. Padahal ianya bukanlah tujuan sesungguhnya dari misi kehidupan. Kita lupa bahwa kebahagiaan hidup adalah berbuat baik, peduli dan bermanfaat bagi orang lain serta mencari keridhaanNya semata.

Dikirim pada 10 Mei 2013 di Motivasi


Banyak wanita yang bilang bahwa susah menjadi wanita,lihat saja aturan-aturan dibawah ini :


1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak

Dikirim pada 07 Mei 2013 di Wanita


Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong- bolong.

Dikirim pada 02 Mei 2013 di Nasehat


Karakter YANG SULIT DIUNGKAPKAN WANITA ,,

Ketika seorang wanita berbicara denganmu sambil menatapmu, secara tidak langsung dia ingin mengatakan kepadamu bahwa dia ingin memasuki kehidupanmu dan ada di hari2mu.

Ketika seorang wanita tidak bosan2nya mengingatkanmu untuk makan, mengingatkanmu untuk hal2 yang menurutmu sepele dia tidak sedang berusaha menjadi ibu yang ingin selalu mengaturmu, dia hanya ingin memberimu perhatian.

Dikirim pada 01 Mei 2013 di Nasehat


Baru saja saya merampungkan membaca bab kedua dari buku “Dengarkan Suara hati” karya ‘Amru Khalid. Di sana saya temui sebuah kisah yang sangat menyentuh hati tentang keistiqomahan seorang sahabat Rasulullah dalam menjalankan agamanya. Namanya adalah Abdullah Dzul Bajadain (artinya: yang memiliki dua potong kain), itu merupakan nama pemberian Rasulullah. Namanya yang sebenarnya adalah Abdul Uza al Mazani. Ia berasal dari sebuah kabilah Mazaniah yang terletak di antara Mekah dan Madinah.

Dikirim pada 22 April 2013 di Kisah Islami


Kadang saya iri melihat orang-orang di sekeliling saya, disayangi oleh seseorang. Apalagi di bulan Februari. Di mana-mana nuansanya Valentine. Saya memang penganut tiada pacaran sebelum akad,
tapi sebagai manusia kadang timbul juga perasaan ingin diperhatikan secara istimewa.

Saya tidak pernah tahu rasanya candle light dinner. Pun tidak pernah menerima bunga mawar merah. Tidak ada yang menawarkan jaketnya saat saya menggigil kedinginan. Atau berpegangan tangan sambil melihat hujan meteor. (Deuh, Meteor Garden banget! He..he...)

Dikirim pada 21 April 2013 di Hikmah


Assalamu’alaikum.

KENAPA AKU DIUJI?
TQS. Al-Ankabut: 2-3
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?."


"Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."

Dikirim pada 16 April 2013 di Nasehat


Cerita Cinta Sejati yang dilakoni sepasang muda-mudi yang akhirnya menjadi suami istri, namun dalam kehidupan mereka semakin hari, semakin tidak menemukan kecocokan dalam rumah tangganya. Ini merupakan Kisah cinta sejati yang mengharukan.

Dikirim pada 15 April 2013 di Hikmah


Semoga saat beliau mengusung tandu kerandamu nanti, suamimu itu akan senantiasa mengingatmu sebagai seorang istri yang begitu sangat pengertian, pemaaf, dan penyabar atas dirinya. Semoga. Subhanallah, betapa cantik dirimu saat memaafkan. Bahkan Allahpun ridho kepadamu. Allah bangga terhadapmu, hambanya yang sabar dan begitu luas hatinya. Allah bangga terhadap hamba wanitanya yang berhias dengan sifat- sifat yang mulia. Ingatlah, Beliau tidak akan berada disisimu selamanya. Apakah kau percaya bahwa Allah selalu melihatmu?. Dan apakah kau akan rela bahwa Allah akan menilaimu sebagai istri yang hanya sampai disitu kesabarannya, saat kau dengan mudah mengumbar amarah dan kesedihan hatimu. Ya, kau memang berhak kecewa, karena suamimu memang bersalah. Namun itulah skenario cantik Allah agar kau sadar, dan agar suamimu tahu seberapa jauh kualitas dirimu dalam bersabar dan memaafkan. Maka buktikanlah. Buktikan yang terbaik yang kau bisa.

Dikirim pada 11 April 2013 di Nasehat


BELAJAR DARI FALSAFAH HIDUP DAN KEAJAIBAN DUNIA SEMUT



Anda mungkin pernah mendengar kisah Iskandar Al-Maqduni, atau yang biasa disebut Alexander Agung ketika berada di medan perang. Ketika itu, ia berpikir keras memecahkan masalah yang dihadapinya. Dalam waktu sengggangnya, ia melihat seekor semut yang berusaha mendorong sebutir biji gandum. Iskandar Al-Maqduni terus memperhatikan strategi dan bagaimana cara semut itu bergerak naik ke atas. Karena beban semut itu terlalu berat, maka ia pun terjatuh. Namun ia terus bangkit lagi dan terus berusaha berkali-kali naik sambil mengangkat sebutir gandum itu, hingga akhirnya semut itu berhasil naik ke atas membawa apa yang ia dapatkan.

Dikirim pada 07 April 2013 di Nasehat


Berbagai sekolah pendidikan balita yang disebut dengan taman kanak-kanak menjadikan ragam permainan sebagai kurikulum pendidikannya. Pernah di salah satu taman kanak-kanak, para peserta didiknya disuruh membawa sekantong plastik kentang. Setiap anak diminta mengambil satu buah kentang dan menuliskan nama seseorang yang dibencinya. Dengan kata lain, setiap anak membawa sekantong plastik kresek kentang yang merupakan simbol orang-orang yang mereka benci.

Dikirim pada 02 April 2013 di Hikmah


Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta.



Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.

Dikirim pada 24 Maret 2013 di Nasehat


Ketahuilah, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati anda, di tengah-tengah masyarakat kita masih banyak sekali praktek kesyirikan yang merusak bahkan membatalkan tauhid. Perbuatan-perbuatan tersebut dilakukan oleh sebagian orang dengan dalih bahwa amalan tersebut adalah tradisi dan adat-istiadat peninggalan leluhur. Padahal perbuatan tersebut adalah bentuk kesyirikan yang membahayakan agama mereka. Di antara perbuatan-perbuatan tersebut adalah:



1. Tathayyur

Tathayyur adalah beranggapan sial dengan waktu tertentu, tempat tertentu, atau sesuatu yang dilihat, didengar, atau diketahui. (Al-Qaulul Mufid)

Dikirim pada 28 Februari 2013 di Nasehat


Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Dikirim pada 19 Februari 2013 di Kisah Islami


Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.



Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.



Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu, yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu.

Dikirim pada 18 Februari 2013 di Hikmah


Sungguh sangat disayangkan apabila kehadiran kita di dunia ini hanya untuk mencari kesenangan hidup saja. Bukankah sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain? Apabila manusia sudah mengabaikan orang lain demi mendapatkan kebahagiaan dirinya, sesungguhnya dia telah menjauhkan diri dari kebahagiaan itu sendiri.



Saya sangat terpana oleh kata-kata yang di ucap oleh salah seorang motivator muda Indonesia. Beliau berpesan bahwa "jika ingin sukses maka sukseskan dulu orang lain, jika ingin di beri kemudahan hidup maka mudahkan orang lain, dan jika ingin bahagia maka bahagiakan orang lain". Sebuah kalimat yang begitu luar biasa yang sering terngiang-ngiang dalam pikiran saya.



Bagi sebagian orang mungkin bersikeras menyanggah, "Lho kok bisa, orang kita aja belum sukses kok masa sih mau nyuksesin orang lain dulu, wong hidup saya aja susah kok masa harus membantu orang lain dulu, atau wong saya juga belum bahagia kok, masa harus bahagiakan orang lain dulu". Bagi anda yang sependapat dengan orang diatas mohon maaf saya harus berkata "Sayang sekali anda terlalu egois, kalau anda masih bersikap seperti itu anda akan sulit menemukan kebahagiaan hidup sejati".



Apa sih yang manusia cari di muka bumi ini? Jawabannya adalah mencari kebahagiaan dan menghidari kesengsaraan. Lantas kebahagiaan seperti apakah? Jawabannya pasti beragam, ada yang berkata uang, jabatan, properti, emas, dan sebagainya. Jika anda sudah mendapatkan semua itu lantas bagaimana? Mungkin akan ada orang yang bersyukur dan ada pula yang kufur. Semoga kita termasuk orang yang selalu bersyukur.



Satu hal yang pasti kita membutuhkan orang lain untuk kebahagiaan hidup ini. Kita boleh saja beranggapan bahwa hasil yang kita dapatkan berasal dari hasil jerih payah sendiri dan boleh saja kita berbangga diri dengan itu semua. Tapi sayang sekali, berbangga kepada diri sendiri tidak selamanya membuat hidup ini bahagia.



Kehadiran orang lain dalam hidup kita akan lebih memberikan makna tersendiri untuk kebahagiaan hidup yang sejati. Ketika kita telah membantu orang lain mewujudkan keinginannya akan ada sebuah energi yang akan masuk ke dalam nya hati. Energi inilah yang akan menghasilkan sebuah kebahagiaan hidup sejati.



Agama mengajarkan kita untuk selalu berbagi dan membantu orang lain. Bukan kita yang dirugikan jika membantu orang lain tapi kita lah yang sebenarnya membutuhkan semua itu. Ya, kita butuh orang lain untuk kebahagiaan hidup kita.



Apa jadinya jika kita terlalu bangga terhadap pencapaian-pencapaian hidup namun mengabaikan orang lain. Kita hanya sibuk mencari gundukan emas yang terus menggunung tanpa peduli dengan keadaan orang lain yang tak punya sehelai kain pun dan sesuap nasi untuk sekedar makan dan kepingan uang untuk membiayai hidup keluarga.



Sesekali cobalah berbagi dan bantu orang lain, lihatlah raut gembira yang terpancar dari wajahnya. Coba lihatlah betapa menenangkannya energi yang begitu luar biasa yang terpancarkan oleh orang yang kita bantu tersebut. Karena di situlah kebahagiaan sejati.



"Singkirkan keegoan kita, tebarkan senyum, dan berbagilah".



Semoga bermanfaat.
Salam sukses.

Dikirim pada 17 Februari 2013 di Hikmah


Ketika kita ditimpa musibah, bencana, atau keadaan yang sulit, banyak dari kita yang meratapi nasib dan menyalahkan Tuhan.



Kenapa harus saya yang mengalami ini? Kenapa bukan orang lain saja? Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini? Bagaimana bisa melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini? Mengapa hidup orang lain tampak begitu mulus dan mudah? Ah, Tuhan tidak adil!

Dikirim pada 16 Februari 2013 di Nasehat


Seorang pria tersesat di gurun pasir. Ia hampir mati kehausan. Akhirnya, ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu, terdapat sebuah pompa air. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga. Tapi, tidak ada air yang keluar.

Dikirim pada 15 Februari 2013 di Hikmah


Sore itu, hujan deras mengguyur kawasankampus UB. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, saat dimana aktivitas kantor dihentikan. Tetapi masih banyak pegawai yang belum meninggalkan
ruangan karena menunggu hujan reda. Di salah satu ruangan, seorang gadis mondar-mandir dengan sesekali menatap keluar jendela, memastikan apakah hujan sudah reda. Wajahnya tampak agak bingung.

Dikirim pada 15 Februari 2013 di Hikmah


Pagi ini dia datang menemuiku, duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku benar-benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat, penuh harap dan selalu membuatku bisa memaafkannya. Aku sadar, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia., meski dia sering menyakiti hatiku dan membuatku menangis. Tidak hanya itu, akupun kehilangan sahabatku, aku tidak peduli dengan perkataan orang lain tentang aku. Aku akan tetap memaafkan Elga, meskipun dia sering menghianati cintaku.



Dikirim pada 14 Februari 2013 di Hikmah


Saudaraku yang budiman, tiadalah menimpa suatu musibah melainkan dengan izin Allah. "Allah tiada membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya... (QS. Al-Baqarah: 286). Allah pun menjanjikan, "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (QS. Al-Insyiraah: 5-6). Karena itu, kita jangan pernah takut dan panik menghadapi segawat apa pun kehidupan ini.



Semua ujian yang menimpa sudah diukur oleh Allah dan Ia tidak mungkin menyia-nyiakan kebaikan hamba-Nya yang beriman.


Rasulullah SAW mengatakan bahwa orang yang beriman itu tidak akan pernah rugi. Diberi nikmat dia bersyukur, syukur adalah kebaikan bagi dirinya. Diberi ujian dia bersabar, dan sabar adalah kebaikan bagi dirinya. Kita tidak akan hancur oleh siapa pun juga, satu-satunya yang akan menghancurkan kita adalah perilaku kita sendiri.



Oleh karena itu tetaplah bersemangat mengarungi hidup ini hingga Allah memanggil kita dengan Rahmat dan Kasih-Nya. Wallahu a`lam bish showab

Dikirim pada 23 Januari 2013 di Motivasi
21 Jan


Suatu ketika Seorang bayi siap untuk dilahirkan. menjelang diturunkan, si bayi bertanya kepada Tuhan :

" Para malaikat disini mengatakan besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia, tetapi bagaimana cara hidup disana ? saya begitu kecil dan lemah. " kata sibayi

Tuhan menjawab :" AKU telah memilih satu malaikat untukmu. ia akan menjaga dan mengasihimu.

"Tapi disyurga apa yang saya lakukan hanya tertawa dan bernyanyi ini cukup bagi saya untuk bahagia." Demikian Kata Sibayi.

Tuhanpun menjawab :" Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia."

Sibayipun bertanyan lagi :" dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara pada-Mu.

sekali lagi Tuhan menjawab :" Malaikat mu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."

sibayipun masih belum puas. iapun bertanya lagi :" saya mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat siapa yang akan melindungi saya ?"

dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab :" malaikatmu akan melindungi dengan taruhan jiwa nya sekalipun.

sibayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya :" tapi saya akan bersedih tidak melihat ENGKAU lagi."

dan Tuhanpun menjawab :" malaikatmu akan menceritakan padamu tentang AKU dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-KU walaupun sesungguhnya AKU selalu berada disisimu."

saat itu syurga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan Sang anak dengan suara lirih bertanya :" Tuhan jika saya harus pergi sekarang bisakah ENGKAU memberitahuku siapa nama malaikat dirumahku nanti ?"

Diam sejenakk.................................. akhirnya Tuhanpun menjawab :" kau dapat memanggil malaikatmu "IBU"

kenanglah ibu yang selalu menyayangimu. untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi. ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 selimut membaluti tubuhmu. ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu dan ingatkah engkau ketika airmata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit ?

anakku... sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan.

anakku.....kembalilah mohon maaf pada ibumu yang selalu rindu pada senyummu.

anakku.... jangan biarkan engkau kehilangan saat saat yang akan kau rindukan dimasa datang ketika ibumu telah tiada. tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita.

tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia

yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya

yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya

tak ada lagi dan tak akan pernah ada lagi yang meneteskan airmata, mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya.

anakku... ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.

kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya.

Ibu .... maafkan aku sampai kapanpun jasamu tak terbalaskan...........................

******


bilaku ingat.... masa kecilku ku selalu menyusahkanmu....

bilaku ingat.... masa kecilku ku selalu mengecewakanmu.....

banyak sekali pengorbanmu yang kau berikan padaku....

tanpa letih dan tanpa pamrih kau berikan semua itu....

engkaulah yang ku kasihi.... engkaulah yang kurindu.....

kuharap selalu doamu dari driimu ya ibu.....

tanpa doamu takkan ku raih

tanpa doamu takkan ku capai segala cinta & segala keinginan dari dirku ya ibu.................

Dikirim pada 21 Januari 2013 di Nasehat


Ketika si tukang besi sedang duduk di rumahnya melepas lelah setelah seharian bekerja, tiba-tiba terdengar pintu rumahnya diketuk orang. Si tukang besi keluar untuk melihatnya, pandangannya menubruk pada sesosok wanita cantik yang tak lain adalah tetangganya.





“Saudaraku, aku menderita kelaparan. Jika bukan karena tuntutan agamaku yang menyuruh untuk memelihara jiwa (hifdz al-Nafs), aku tidak akan datang ke rumahmu. Maukah engkau memberikan makanan padaku karena Allah?” Tutur wanita itu.

Dikirim pada 03 Januari 2013 di Kisah Islami


Ibnu Ishaq berkata: “Sekumpulan orang dari Adhal dan Qarah datang kepada Rasulullah saw setelah perang Uhud, mereka berkata, ‘Rasulullah, sesungguhnya Islam telah sampai kepada kami, maka utuslah kepada kami beberapa orang sahabatmu untuk mengajari agama dan membaca al-Qur’an serta mengajari syariat Islam kepada kami.”’

Dikirim pada 20 Desember 2012 di Hikmah


~**Kisah Nyata : Pramugari Koma di Tanah Suci **~



Kisah ini dikutip dari sebuah catatan facebook, sengaja menulis kembali cerita ini dengan maksud ingin menyebarkan kisah kebesaran Allah yang maha dahsyat ! Mudah-mudahan kita menjadi umat yang diselamatkan Allah. Aamiin.



Selama hampir sembilan tahun menetap di Mekah sambil menguruskan jemaah haji dan umrah, saya telah melalui berbagai pengalaman menarik dan yang pahit. Bagaimana pun, dalam banyaknya peristiwa yang saya alami, ada satu kejadian yang tidak akan pernah saya bisa lupakan. Kisah ini terjadi kepada seorang wanita yang berusia di pertengahan 30-an pada saat saya mengurus satu rombongan haji.

Setibanya wanita tersebut dan rombongan haji di Lapangan Terbang Jeddah kami sambut dengan sebuah bus. Semuanya terlihat riang sebab ini adalah pertama kalinya mereka melaksanakan haji. Setelah itu saya membawa mereka menaiki bas dan dari situ, kami menuju ke Madinah.

Dikirim pada 15 Desember 2012 di Kisah Islami


Adalah salah besar jika anda menganggap bahwa sebuah kesuksesan ditentukan dari keren nya sebuah universitas tempat kita belajar atau pun banyaknya gelar yang menghiasi nama belakang. Orang yang berhasil adalah orang yang bisa membuat nilai tambah dalam hidupnya. Dan untuk bisa mempunyai nilai tambah, kita harus banyak belajar. Belajar dari kesalahan, belajar dari orang lain, atau pun belajar dari buku. Intinya, jangan pernah berhenti belajar.

Ironisnya generasi muda kita, sangat minim sekali akan minat belajar. Ketika selesai dari jenjang SMA atau pun Perguruan Tinggi di iringi pula dengan selesainya proses belajar. Padahal dalam dunia kerja atau pun dunia usaha semua menuntut seorang yang lebih baik. Ketika seorang tidak memiliki potensi apa-apa maka dibandingkan orang lain maka ia akan jatuh dalam persaingan atau jika tidak pun akan di abaikan begitu saja oleh orang lain. Bukankah hukum alam itu demikian?

Dikirim pada 12 November 2012 di Hikmah


Musim hujan sudah berlangsung dua bulan sehingga di mana-mana pepohonan nampak menghijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin.

“Apa kabar daun hijau,”katanya.Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang. “Oo,kamu ulat. Badanmu kelihatan kurus dan kecil,mengapa?”tanya daun hijau. “Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku.Bisakah engkau membantuku sobat?”kata ulat kecil.

“Tentu…tentu…mendekatlah kemari.” Daun hijau berpikir,”jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau. Hanya saja aku akan kelihatan berlobang2.Tapi tak apalah. ”

Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlobang di sana-sini namun ia bahagia bisa melakukan sesuatu bagi ulat kecil yang lapar. Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ke tanah,disapu orang dan dibakar.

Apa yang terlalu berarti di hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama?Tokh akhirnya semua yang ada akan binasa. Daun hijau yang baik mewakili orang2 yang masih mempunyai ” hati ” bagi sesamanya. Yang tidak menutup mata ketika sesamanya dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan seolah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri.

Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang tidak mudah ,tetapi indah. Ketika berkorban,diri kita sendiri menjadi seperti daun hijau yang berlobang namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. kita akan tetap hijau,Allah SWT akan tetap menjaga dan memelihara kita. Bagi “daun hijau”,berkorban merupakan suatu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai “daun hijau”. Suatu hari ia akan kering dan jatuh.

Demikianlah kehidupan kita,hidup ini hanya sementara kemudian kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan2 baik kepada sesame, pengorbanan ; pengertian ;kesetiaan ; kesabaran dan kerendahan hati.

Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membawa sukaciti tersendiri bagi anda. Dalam banyak hal kita bisa berkorban. Mendahulukan kepentingan sesama,melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yang kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yang bisa kita lakukan.

Yang mana yang sering kita lakukan? jadi ulat kecil yang menerima kabaikan orang atau manjadi “daun hijau” yang senang memberi?
Sudahkah pernah anda rasakan kesenangan yang “daun hijau” rasakan pada saat ia memberi daunnya untuk si ulat kecil ? Bisakah anda bedakan rasa yang akan anda rasakan bila: anda punya, maka anda memberi dan anda tidak punya, tetapi anda tetap memberi ??? anda punya dan memberi……itu sudah biasa,sudah umumnya,sudah tidak heran…tapi anda tidak punya, justru anda memberi lebih….itulah yang luar biasa !!!!!!

Dikirim pada 22 Oktober 2012 di Nasehat


Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi, benar atau tidak cara mendapatkannya.

Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang dan lainnya.

Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan oleh masalah pembagian rezeki ini. Dia merasa rezekinya sedang seret, padahal sudah berusaha maksimal mencarinya.

Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla menahan rezeki yang bersangkutan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.

Pertama, lepasnya ketawakalan dari hati. Kita menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal, Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. “Barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.” (QS. Ath-Thalaq [63]: 3).

Kedua, karena dosa. Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad).

Dikirim pada 05 Oktober 2012 di Kisah Islami


Kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV). Semoga kita dapat mengambil pelajaran.

Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.
————————————————————————————————–

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.

Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Dikirim pada 03 Oktober 2012 di Hikmah


Dalam ilmu pengetahuan, sejak dulu sampai sekarang, mang dan waktu adalah dua misteri besar. Kendati sejumlah film fiksi mencoba menelaah dan menelusurinya, tetapi keduanya masih tersisa sebagai misteri besar. Demikian juga dengan penelitian, meskipun pernah ditemukan bahwa di tempat di mana daya tarik gravitasi bumi bisa dikurangi sang waktu bisa sedikit direm perjalanannya. Namun tetap menjadi misteri.
Dunia film dan dunia ilmu pengetahuan boleh menyebutnya sebagai misteri, namun bagi saya waktu adalah sebuah jendela besar dari mana banyak sekali hal datang. Keja-hatan, kebaikan, kebesaran, kekerdilan, kesuksesan, kegagalan, dan bahkan Tuhan juga datang melalui jendela yang sama. Sayang, ada banyak sekali manusia yang membiarkan saja jendela waktu tidak berfungsi.

Pengangguran yang membuang-buang waktunya secara percuma, pekerja yang mengeluh bahwa dirinya kelebihan waktu, pemimpin dengan seluruh kesempatannya yang membiarkan saja kesempatan berbuat baik lewat begitu saja, pengusaha lengkap dengan uangnya yang membiarkan saja sang waktu lewat tanpa tanda-tanda kebaikan yang berarti, hanyalah sebagian contoh, bagaimana jendela waktu dibiar¬kan saja kosong tanpa dilewati tindakan berarti.

Dikirim pada 01 Oktober 2012 di Kisah Islami


Berikut adalah sebuah kisah wanita dalam melakoni perjalanan hidupnya yang mungkin tak seberuntung anda.
Rosmiza, wanita berusia 57 tahun ini telah mengakrabi jalanan selama 30 tahun. Selama itu pula, pinggiran Jalan Gatot Subroto, Medan, yang sumpek dan ramai oleh lalu lalang kendaraan menjadi tempatnya memuja Sang Pencipta.
Ya, selama itu pula Rosmiza tak pernah meninggalkan sholat, meski harus melakukannya di atas trotoar di pinggir jalan raya. Terik mentari dan guyuran hujan bukanlah alasan baginya untuk tidak menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah.
Suara knalpot sepeda motor dan bunyi riuh klakson kendaraan tak sedikit pun mengurangi kekhusukannya. Jiwanya tetap tenang mengucap seribu doa dan syukur kepada Ilahi.
"Sholat dimana pun akan sama saja, karena bukan suasana yang pengaruhi doa saya," ucapnya sembari tersenyum simpul.
Air wudhu didapatnya dari toko kue atau dealer mobil yang tak jauh dari tempatnya berdagang. Jika hujan, dia solat di teras ruko yang terhindar dari hujan. "Tak ada alasan untuk tidak sholat," tegasnya
Nenek empat cucu ini sempat meneteskan air mata ketika menceritakan kisah hidup yang belum bisa dikatakan sejahtera. Dia berusaha sambil berdoa, itu yang menurutnya sangat penting. Hingga dia tak pernah merasa pernah terhimpit masalah berat. Dia hadapi semua dengan senyum dan syukur.

Dikirim pada 24 September 2012 di Nasehat


Sore itu sembari menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan.

Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”.
“Belum ”, jawabku datar.

Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi “kenapa?”
Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan.

Dikirim pada 14 September 2012 di Kisah Islami


Assalamualaikum. oke dech, ini ada cerita seru, cerita tentang si tajir dan seorang tukang becak.Pada suatu hari Si tajir yang shalih dan berprofesi sebagai pengusaha sukses sedang menginap di sebuah hotel mewah berbintang lima disemarang. Usai melakukan qiyamul-lail yang sudah menjadi rutinitasnya, ia bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat untuk shalat Shubuh berjamaah. Waktu saat itu menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan. Sehingga Ia ingin jalan-jalan sebentar sebelum sholat shubuh.

Begitu Ia keluar dari lobby hotel, Si Tajir pun meminta kepada tukang becak yang bernama Ibnu untuk mengantar keliling Semarang. Kira-kira belasan menit sudah Ibnu mengayuhkan pedal becak, sayup-sayup terdengar suara tarhim yang mengisyaratkan waktu shubuh akan tiba.

Dikirim pada 13 September 2012 di Kisah Islami


Di salah satu hari Minggu yang sepi di rumah, saya pernah teringat masa-masa kecil di desa yang sepi, kumuh dan jauh sekali dari kebanyakan ukuran kesempurnaan. Baju yang penuh debu, mainan semuanya terbuat dari bahan-bahan alam yang hanya dicuci oleh alam, kaki yang tidak memakai alas kaki, makan pakai tangan yang hanya dibersihkan baju.

Dalam banyak kesempatan mandi di kali, atau di sumber air pegunungan, sering berteriak ke orang-orang yang datang untuk tidak mendekat, sebab kami semua lagi telan­jang bulat. Ketika seorang teman yang uang sakunya sangat pas-pasan mencari uang dengan berjualan es keliling, saya pun menemaninya penuh kegembiraan.

Dikirim pada 10 September 2012 di Kisah Islami


Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji, “Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”
Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.”
“Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”
Seolah-olah tidak mendengar keluhan pria setengah baya tersebut, sang Ustad meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang ber¬tentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang- surutnya. Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita," lanjut guru ngaji tersebut.

Dikirim pada 06 September 2012 di Kisah Islami


Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang Yahudi yang menuduh orang Muslim mencuri untanya. Maka dia datangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Rasulullah s.a.w lalu memutuskan unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan Muslim itu sehingga orang Muslim itu kebingungan. Maka ia pun mengangkatkan kepalanya menengadah ke langit seraya berkata, “Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahawa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu.”

Selanjutnya orang Muslim itu berkata kepada Rasulullah s.a.w, “Wahai Rasulullah, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan dari unta ini.”

Kemudian Rasulullah s.a.w bertanya kepada unta itu, “Hai unta, milik siapakah engkau ini ?”

Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, “Wahai Rasulullah, aku adalah milik orang Muslim ini dan sesungguhnya para saksi itu adalah dusta.”

Akhirnya Rasulullah s.a.w berkata kepada orang Muslim itu, “Hai orang Muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang engkau perbuat, sehingga Allah Taala menjadikan unta ini dapat bercakap perkara yang benar.”

Dikirim pada 28 Agustus 2012 di Kisah Islami


Lilin akan habis dengan sendirinya ketika api habis membakar dirinya. Dia memberikan cahaya semampunya dan hilang ketika dia tidak mendapati bagian tubuhnya yang layak untuk dibakar menjadi cahaya. Lilin tetaplah lilin, ketika api menyala maka satu per satu bagian tubuhnya meleleh, mati dan digantikan dengan lilin lainnya. Dia memberikan ca­haya meskipun suatu saat akan redup, berbeda dengan mercusuar!

Mari disimak, mercusuar adalah bangunan yang kokoh berdiri menghadap kelautan atau bahkan di tengah lautan. Terkadang dia diterpa badai angin atau mungkin hantaman amuk ombak di saat pa sang. Namun apa pun kondisinya dia tetap berdiri tegak memberikan cahayanya. Tidak dapat dihitung berapa nelayan dan nakhoda yang tertolong karena cahayanya di malam hari, kalaupun tidak ada perahu atau kapal yang berlayar maka dia pun tetap memberikan cahayanya. Ada atau tidak adanya kapal dan perahu yang berlayar dia akan tetap memberikan cahayanya.

Dia (mercusuar) menjadi sangat bermanfaat bagi lalu lintas laut dan samudra yang luas. Dia menjadi bermanfaat untuk para nelayan yang mengais rezeki demi menafkahi keluarga. Dia menjadi penting bagi urusan perjalanan banyak orang yang memilih jalur laut dari satu tempat ke tempat lainnya, Dia pun semakin bermakna karena cahayanya menjadikanj laut yang gelap tampak bercahaya, menemani peran bulan purnama sebagai rahmat Allah bagi mereka yang mencari rezeki di malam hari.

Dikirim pada 28 Juni 2012 di Uncategories
Profile

Apa yg ada di BELAKANG kita & di DEPAN kita adalah hal kecil dibandingkan dgn apa yg ada DALAM diri kita #MHMGatsu More About me

BlogRoll
Yahoo Messenger
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 457.685 kali


connect with ABATASA