0


Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain.
Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.

Dikirim pada 10 Maret 2015 di Hikmah


Pada masa Bani Ummayah berkuasa di Damaskus, hiduplah orang saleh bernama Hamid Al-Laffaf. Saat ini, ia sedang merasa bingung. Ketika ia hendak berangkat shalat Jumat, Hamid mendapat kabar kalau keledainya hilang dan tepung untuk persediaan makan mereka ikut menghilang.
"Betapa menyedihkan hidupku ini. Ladangku juga belum sempat aku sirami," pikir Hamid. "Jika aku pergi shalat Jumat, apakah kejadian buruk akan menimpaku juga?"
"Kenapa kau terlihat bingung?" tanya Istrinya yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya. "Berdiam diri tidak akan menyelesaikan semuanya," lanjutnya.

Dikirim pada 03 September 2014 di Hikmah


Motivasi dan Tujuan Berbisnis

Meneladani Rasulullah SAW


Islam adalah sebuah sistem. Oleh karena itu, Islam memandang bahwa kehidupan ekonomi, sosial, dan pemerintahan tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan beragama (beribadah). Begitu pula dengan kebijakan keuangan publik, yang tidak mungkin dipisahkan dari etika bisnis Islam. Jika transaksi ekonomi tidak menggunakan etika Islam yang telah diajarkan Rasulullah, kita akan terjebak pada doktrin kapitalis yang sengaja memisahkan antara keyakinan beragama dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan kebijakan negara sehingga seolah-olah keduanya tidak berkaitan.

Dikirim pada 20 Agustus 2014 di Entrepreneur & Bisnis


Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya:
1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya.

Dikirim pada 19 Agustus 2014 di Nasehat


Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi.

Dikirim pada 16 Juli 2014 di Kutipan


Ibu Guru berjilbab rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari`at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, "Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!" Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.

Dikirim pada 17 Juni 2014 di Nasehat


" Jadilah yang paling baik dari dua orang manusia." - Muhammad Rasulullah SAW -
Kebanyakan manusia salah dalam mengartikan makna menjadi paling baik dalam hidup ini. Apakah itu dalam hubungan antara dua orang atau lebih dalam kaitannya dengan pekerjaan, bisnis, usaha, persahabatan sampai bertetangga.
Banyak orang yang berusaha menjadi paling baik dibandingkan dengan orang lain dengan cara mengalahkannya, merendahkannya atau menyingkirkannya. Banyak juga yang berusaha menjadi lebih baik dibanding orang lain dengan ukuran penampilan luar atau ukuran duniawi semata, seperti mobil lebih mewah, rumah lebih besar, pakaian dan asesories lebih mahal, dll. Ada juga orang yang berusaha menjadi paling baik dibandingkan orang lain dengan ukuran lebih tinggi dalam kedudukan atau pangkat dan jabatan, lebih tinggi dibanding lainnya dalam hal kehormatan, kesombongan, popularitas, keegoan pribadi, dll.

Dikirim pada 16 Mei 2014 di Motivasi


Sifat angkuh dan sombong telah banyak mencelakakan makhluk ciptaan Allah subhanahu wata`ala, mulai dari peristiwa terusirnya Iblis dari sorga karena kesombongannya untuk tidak mau sujud kepada Nabi Adam alaihis salam tatkala diperintahkan oleh Allah subhanahu wata`ala untuk sujud hormat kepadanya.
Demikian juga Allah subhanahu wata`ala telah menenggelamkan Qorun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata`ala dan juga kepada sesama kaumnya.

Dikirim pada 07 Mei 2014 di Nasehat


"Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tanganNya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih disukai Allah daripada harum minyak kasturi." (HR. Bukhari).
"Ada anak bertanya pada bapaknya, buat apa berlapar-lapar puasa", lagu Bimbo itu kunyanyikan di depan Ayah berulang-ulang di tengah sebuah siang bulan Ramadhan yang panas. Sebenarnya aku tidak berniat apa-apa. Kebetulan lagu itu sedang hits dan sering muncul di radio sehingga mulutku yang hobi nyanyi ini latah dan terus menerus menyanyikannya. Tapi terus terang sebagai anak kecil yang baru belajar puasa, terkadang teks lagu itu ingin sekali kutanyakan kepada Ayah.

Dikirim pada 16 April 2014 di Hikmah


Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s. tetap merindukan siti hawa.

Dikirim pada 10 April 2014 di Hikmah


Pada suatu hari ...
Angin topan bertiup sangat kencang menenggelamkan sebuah perahu di permukaan laut dan hanya sebagian orang yang selamat. Diantara mereka ada yang terbawa ombak menuju sebuah pantai di pulau yang tidak dikenal dan telah ditinggalkan penghuninya!

Dikirim pada 18 Maret 2014 di Kutipan


Dalam perkembangan hidupnya, manusia seringkali berhadapan dengan berbagai masalah yang mengatasinya berat. Akibatnya timbul kecemasan, ketakutan dan ketidaktenangan, bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang semula dianggap tidak mungkin dilakukannya, baik melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti banyak terjadi kasus pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri maupun melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri.

Dikirim pada 11 Maret 2014 di Motivasi


Meraih Cinta Memperindah Jiwa

By: M. Agus Syafii
Dalam hidup ini yang membuat indah dan bahagia karena kita meraih cinta meperindah jiwa. Jiwa yang indah ketika mampu mencintai pasangan kita dengan setulus. Pernahkah anda dengan tulus mengungkapkan isi hati anda kepada orang yang anda cintai, "Betapa aku mencintaimu." Haruskah anda mengungkapkan perasaan anda itu setelah orang yang anda cintai itu telah pergi?" Allah melatih kita dengan berbagai cobaan dan ujian yang penuh luka, perih dan air mata agar kita memiliki kekuatan dan kesabaran di dalam mengarungi bahtera kehidupan sekaligus agar kita berhati-hati dan berani untuk mengkoreksi diri kita sendiri. Ujian dan cobaan yang kita hadapi juga wujud kasih sayang Allah yang mengingatkan kita atas perbuatan bila ada yang kurang tepat dari yang kita kerjakan.

Dikirim pada 24 Februari 2014 di Kutipan


Hiduplah untuk Hari Ini
Sungguh keliru jika Anda menenggelamkan diri dalam angan-angan masa depan. Ketika melamun, pikiran seseorang melayang memasuki ruang tanpa batas. Berbagai sangkaan dan asumsi bergerak cepat memenuhi pikiran, lalu segera mengubahnya menjadi kecemasan yang melelahkan dan kerisauan yang mencengkeram. Mengapa Anda membiarkan pikiran Anda dikekang keraguan dan dipermainkan kegelisahan?!

Dikirim pada 05 Februari 2014 di Motivasi


Peluang berbeda dengan nasib. Dua orang yang memiliki peluang sana belum tentu nasibnya sama. Banyak faktor yang menjadi penentu keberhasilan, ada faktor dibawah kendali dan ada faktor diluar kendali. Teori sederhana mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan intelektual seseorang, semakin tinggi pula peluang mencapai keberhasilan. Akan tetapi kenyataan menunjukkan bahwa banyak orang yang memiliki IQ sangat tinggi justru bekerja dibawah perusahaan yang dipimpin oleh orang yang IQ-nya sedang-sedang saja.

Dikirim pada 20 Januari 2014 di Motivasi


"Ya Allah, kuatkan hamba," ucap lirih seorang laki-laki yang hatinya hancur. Laki-laki itu separuh baya. Wajahnya terlihat lebih tua daripada usianya sendiri. Awalnya ketika pernikahannya cukup membahagiakan sampai istrinya hamil dan melahirkan. Diusia anak laki-lakinya berumur sembilan bulan, istrinya meninggalkannya dan anak laki-lakinya. Istrinya meninggalkan karena kehidupan yang susah, `aku menikah agar aku hidup bahagia bukan hidup susah.` begitu kata istrinya.

Dikirim pada 17 Januari 2014 di Motivasi


Aku seorang gadis dari keluarga taat beragama dan ternama. Aku dididik di atas akhlak dan pendidikan Islam. Aku bukan gadis rendahan atau pencari hiburan. Aku tidak membayangkan suatu hari di mana aku melakukan perbuatan yang mengundang murka Allah. Aku menikah dengan seorang laki-laki yang dihormati. Dia mencintaiku dan aku mencintainya. Dia sangat mempercayaiku, sangat memanjakanku. Bahkan ke­luargaku dan beberapa kerabat mengakui bahwa aku sangat dimanjakan oleh suami. Kemanjaan yang belum pernah didapatkan oleh seorang istri di manapun.

Dikirim pada 07 Januari 2014 di Nasehat


Mahasuci Allah, Zat yang mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk- makhluk-Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang terlepas dari diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut.

Dikirim pada 06 Januari 2014 di Hikmah


Dari kehidupan yang telah kita lalui pastilah banyak pengalaman pahit ,getir ataupun manis yang kita rasakan,yang seharusnya ini justru menjadi pengobar semangat kita dalam menggapai impian,
Kehidupan ini memang terkadang tidak seperti yang kita harapkan,kadangada kalanya kita terlepas dari sesuatu yang menjadi impian kita.

Dikirim pada 18 Desember 2013 di Hikmah


Oleh Febty Febriani

Malam itu untuk kesekian kalinya aku berada di tempat itu. Sebuah tempat yang jaraknya tidak cukup jauh dengan letak kantorku. Namun, karena rute angkot di kota Kembang, maka untuk menuju ke tempat itu tidak cukup hanya dengan menggunakan satu kali angkot, harus dua kali.

Dikirim pada 16 Desember 2013 di Nasehat


Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut menghiasi mahkota kepalanya yang diikat dengan penjepit rambut. Namun raut wajah bulat telur itu seakan tak pernah sekalipun terlihat cemberut. Ia selalu tampak riang, sehingga menyembunyikan parasnya yang jelas telah digurati keriput.

Dikirim pada 05 Desember 2013 di Nasehat


"Aku nyari - nyari koki yang cocok buat lidahmu, ternyata ada di dalam diriku! He... He, masakan spesial untukmu malam ini"
SMS dari suami saya yang terlalu Pede ini datang begitu melambungkan rasa bahagia. Kejutan yang bagi saya tidaklah kecil nilainya. Amat berharga dan bernilai emosi tinggi.

Dikirim pada 04 Desember 2013 di Hikmah


Disebutkan bahwa Nabi Adam A.S telah berkata, "Sesungguhnya Allah S.W.T telah memberikan kepada umat Muhammad S.A.W empat kemuliaan yang tidak diberikan kepadaku:

Dikirim pada 02 Desember 2013 di Nasehat


Masa SMP, merupakan masa dimana Aku baru tumbunh menjadi anak yang sedikit mulai memperhatikan kehidupan yang sesungguhnya. Mungkin orang lain belum sempat memikirkan hal apa yang aku pikirkan, tapi karena kondisi kehidupankulah yang memaksa menjadi sewasa sebelum waktunya. Dimana aku sudah ikut memikirkan masalah-masalah yang terjadi di dalam keluargaku.
Aku, anak pertama dari 2 bersaudara.

Dikirim pada 29 November 2013 di Kisah Islami


Kunci keberhasilan dan kebahagiaan dalam berpasangan adalah terjadinya keseimbangan. Jika berpasang-pasangan itu dilakukan dengan cara menabrak keseimbangan maka hasilnya pun adalah masalah.
Jadi, tidaklah cukup kita hanya menciptakan mekanisme berpasang-pasangan. Karena banyak sekali proses berpasangan itu yang dilakukan dengan mengabaikan persyaratan mendasarnya yaitu keseimbangan.

Dikirim pada 21 November 2013 di Nasehat


Ibnu Abbas ra. Adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi`in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.
Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu: Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur. Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona`ah),

Dikirim pada 15 November 2013 di Nasehat


Oleh: Bayu Gawtama
Suatu hari, ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya. "Guru, tunjukkan saya satu tempat sebagai tempat sembunyi paling aman..."
Dengan tenang, sang guru menjawab, "bersembunyilah di tempat yang terang dan terbuka, "
Mendengar jawaban itu, si murid terheran dan bertanya kembali, "Guru, saya ini sudah lelah terus menerus sembunyi namun tetap saja diketahui orang.

Dikirim pada 07 November 2013 di Kutipan


Oleh : Al Ustadzah Ummu Ishaq bintu Husein Al Atsariyyah
Saudariku Muslimah,
Bagi kebanyakan kaum wanita, ibu ibu ataupun remaja putri, bergunjing membicarakan aib, cacat, atau cela yang ada pada orang lain bukanlah perkara yang besar. Bahkan dimata mereka terbilang remeh, ringan dan begitu gampang meluncur dari lisan. Seakan akan obrolan tidak asyik bila tidak membicarakan kekurangan orang lain . " Si Fulanah begini dan begitu....". " Si "Alanah orang nya suka ini dan itu..."

Dikirim pada 06 November 2013 di Nasehat


Allah SWT mensifati umat Islam dalam Al-Qur`an sebagai umat yang terbaik karena menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar. (Al-Imran [3] ayat 110) yang artinya :

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik".

Dikirim pada 01 November 2013 di Nasehat


Pada tulisan kali ini saya akan mencoba menyampaikan etika-etika dasar dalam mencari ilmu yang saya kutip dari buku “Tips Belajar Para Ulama”, terjemahan dari dua buah buku “Adabu Tholib al-’Ilm” karya Dr. Anas Ahmad Karzun dan “Kaifa Tathlub al-’Ilm” karya Dr. ‘Aidh al-Qorni, MA. Ada 13 etika dasar mencari ilmu yang disampaikan oleh Dr. Anas Ahmad Karzun dalam buku tersebut, yang dalam tulisan ini akan saya sampaikan ringkasannya (dengan sedikit perubahan redaksi, tapi sama sekali tak mengubah isi) sebagai berikut:

Dikirim pada 30 Oktober 2013 di Motivasi


Pelajaran yang paling berharga dalam hidup adalah tatkala kita mampu memberikan sesuatu kepada orang lain apalagi saat yang bersangkutan membutuhkan. Keindahan yang terjadi adalah di mana ada semacam satu bentuk kasih sayang terjadi dalamnya. Memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan adalah pengorbanan yang sangat berharga dalam hidup dan itu akan member makna yang sangat luar biasa.

Dikirim pada 23 Oktober 2013 di Motivasi
23 Okt


Selalu ada saja orang yang suka menangguk ikan di air yang keruh. Mereka mngambil keuntungan dari ke adaan yang kacau balau untuk kepehtingan diri sendiri. Bahkan acap kali mereka tidak segan-segan melakukan penipuan terhadap rakyat kecil yang tidak berdosa dan tidak tahu apa-apa. Tatkala Perang Badr sedang berkecamuk, suasana kehidupan dilanda ketegangan yang kian mencekam karena orang-orang kafir Quraisy, dengan kekuatan tentara tiga kali lipat daripada pasukan Nabi, mengancam akan mengadakanpenghancuran besar-besaran terhadap umat Islam, terutama yang tinggal di daerah-daerah terpencil.

Dikirim pada 23 Oktober 2013 di Nasehat


Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur, Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, Aku akan memelukmu erat dan menciummu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.

Dikirim pada 16 Oktober 2013 di Motivasi


Saling Melempar Tanggung Jawab

Saling Melempar Tanggung Jawab

Anak adalah tanggung jawab orang tua, baik itu ayah maupun ibu. la wajib mendapatkan kasih sayang, pendidikan, perhatian, kebersamaan, serta berbagai bentuk tanggung jawab lainnya. Alangkah berdosanya manakala orang tua mengabaikan hal ini, sehingga menjadikan anaknya terlantar di rumahnya sendiri. Berdosalah keduanya karena telah menyia- nyiakan titipan yang Allah berikan kepada kita.

Dikirim pada 10 Oktober 2013 di Kutipan


Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memutuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup di tutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’ penglupan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya.

Dikirim pada 09 Oktober 2013 di Nasehat


Dalam perkembangan hidupnya, manusia seringkali berhadapan dengan berbagai masalah yang mengatasinya berat. Akibatnya timbul kecemasan, ketakutan dan ketidaktenangan, bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang semula dianggap tidak mungkin dilakukannya, baik melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti banyak terjadi kasus pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri maupun melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri.

Dikirim pada 07 Oktober 2013 di Motivasi


Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun, bersegeralah untuk beramal karena kita tidak pernah tahu dari semua yang kita lakukan, yang manakah yang dapat membuat kita bisa berarti dan yang terpenting bisa bernilai di hadapan Allah Swt.. Dan jangan pula meremehkan dosa kecil karena bila ia dilakukan terus-menerus akan menjadi besar, menumpuk dan membuat kita terkejut. Kebermaknaan dan keberkahan usia kita tidak menjadi kumpulan angka-angka semata dapat terbentuk dari kumpulan kebaikan- kebaikan kecil dan dianggap sederhana. Ada sebuah pribahasa sunda "cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok" yang artinya tetesan air menimpa batu lambat laun menjadi lubang atau sedikit-sedikit lama-lama akan menjadi bukit. Kadangkala harus menjadi sebuah perenungan kembali bagi kita dalam mengatur langkah agar hidup ini semakin indah untuk dijalani.

Dikirim pada 18 September 2013 di Hikmah


Oleh: Rahmat

Muhammad Ali mengatakan bahwa sang juara dihasilkan dari keinginan, impian, dan visi. Sementara, Dennis Waitley, mengatakan bahwa pemenang selalu mengatakan ‘saya akan’ dan ‘saya bisa’. Ini adalah pekerjaan pikiran. Memang tidak nyata tetapi akan membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan Anda jika pikiran Anda sudah terkondisikan seperti yang dijelaskan di atas.

Dikirim pada 13 September 2013 di Kutipan


Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih, atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama artinya dengan membunuh semangat, memupus tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, bekas-bekas masa lalu akan dilipat dan tak pernah kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya, atau diletakan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis, keresahan tak akan sanggup

Dikirim pada 04 September 2013 di Nasehat


Ingatlah setiap nikmat yang Allah anugerahkan kepada Anda. Karena Dia telah melipatkan nikmat-Nya dari ujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki. (Jika kamu menghitung nikmat Anllah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya.) (QS. Ibrahim:34)

Kesehatan badan, keamanan negara, sandang pangan, udara dan air, semuanya tersedia dalam hidup kita. Namun begitulah Anda memilki, dunia, tetapi tidak pernah menyadarinya. Anda menguasai kehidupan tetapi tak pernah mengetahuinya. (Dan, Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu lahir batin) (QS. Luqman:20) Anda memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan, dan dua kaki. (Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?) (QS. Arrahman:13)

Dikirim pada 29 Agustus 2013 di Nasehat


Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

Saudaraku, hampir dipastikan tidak ada seorang pun yang mengharapkan dirinya terbelakang. Baik ilmu, keahlian, maupun penampilan. Seiring dengan itu sarana pun turut memenuhinya. Kini, bermunculan buku-buku terbitan baru, menjamurnya tempat kursus dan pelatihan-pelatihan, juga semaraknya model pakaian, tas, sepatu baru. Namun sayang, tidak banyak yang menyadari akan pentingnya hal tersebut.

Dikirim pada 29 Agustus 2013 di Kutipan


Bismillah..

Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka ?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..

Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..

Dikirim pada 23 Agustus 2013 di Nasehat


Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.

1. AKU BUKAN ANCAMAN BAGIMU

Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari)

Dikirim pada 21 Agustus 2013 di Kutipan


Dari kehidupan yang telah kita lalui pastilah banyak pengalaman pahit ,getir ataupun manis yang kita rasakan,yang seharusnya ini justru menjadi pengobar semangat kita dalam menggapai impian,

Kehidupan ini memang terkadang tidak seperti yang kita harapkan,kadangada kalanya kita terlepas dari sesuatu yang menjadi impian kita.

Dikirim pada 18 Agustus 2013 di Hikmah


Mahasuci Allah, zat yang mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhluk-Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang akan terlepas dari diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut.

Dikirim pada 16 Agustus 2013 di Motivasi


Firman Alloh SWT :”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung“. (QS. Ali Imran 104:105).

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)”. (Hadist Riwayat Tabrani)

Dikirim pada 15 Agustus 2013 di Kutipan


Kalau ada pakaian yang robek, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memeras susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.

Dikirim pada 13 Agustus 2013 di Nasehat


Fajar 1 Syawal menyingsing, menandai berakhirnya bulan penuh kemuliaan. Senyum kemenangan terukir diwajah-wajah perindu Ramadhan, sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan. Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang, menyeru nama Allah lewat takbir, hingga langit pun bersaksi, di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata keharuan saat berlebaran. Sementara itu, langkah sepasang kaki terhenti oleh sesegukan gadis kecil di tepi jalan. “Gerangan apakah yang membuat engkau menangis anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik segukan sang gadis.

Dikirim pada 10 Agustus 2013 di Kisah Islami


Allooh Subhannahu Ta’ala berfirman:

“Harta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia “(QS. Al-Kahfi:46)

Ya tentu saja, anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Betapa jiwa kita merasa bahagia menyaksikan mereka dan hati pun bergembira saat bercanda ria dengan mereka.

Namun waspadalah, sebab anak adalah fitnah (ujian).

Dan Allooh Subhannahu Ta’ala berfirman:

Dikirim pada 08 Agustus 2013 di Nasehat


Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pantas dan menjauhi segala perilaku tidak patut. Orang yang memiliki watak malu adalah orang yang cepat menyingkiri segala bentuk kejahatan. Sebaliknya, yang tidak memiliki rasa malu berarti ia akan dengan tenang melakukan kejahatan, tidak peduli omongan, bahkan, cercaan orang lain. “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,” begitu mottonya.

Islam menilai, watak malu itu merupakan bagian dari iman. Dengan demikian, orang yang tidak mempunyai rasa malu adalah orang yang hilang imannya. Orang hidup bermasyarakat sudah tentu harus mendengarkan apa kata masyarakat tentang dirinya. Masyarakat tak pelak lagi sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan anggotanya. Masyarakat pula yang berhak mengoreksi apa-apa kelakuan yang tidak baik atau tak pantas anggotanya. Bagi yang tak punya malu, omongan atau koreksi masyarakat akan dianggapnya angin lalu.

Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya, yang dapat diambil sebagai pelajaran dari para nabi terdahulu ialah, apabila kamu sudah tidak mempunyai perasaan malu maka berbuatlah semaumu;” riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Itu berarti, orang yang demikian sulit untuk mau mawas diri, meski berhadapan dengan umpatan dan kecaman orang banyak pun.

Berdasar riwayat Ibnu Umar, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung, bila berkehendak menjatuhkan seseorang maka Allah cabut dari orang itu rasa malunya”. Ia hanya akan menerima kesusahan dari orang banyak yang marah kepadanya. Melalui ungkapan kemarahan itu, hilang pulalah kepercayaan orang kepadanya. Bila kepercayaan kepadanya sudah hilang maka ia akan jadi orang yang khianat. Dengan menjadi khianat maka dicabutlah kerahmatan dari dirinya. Bila rahmat dicabut darinya maka jadilah ia orang yang dikutuk dan dilaknati orang banyak. Dan bila ia menjadi orang yang dilaknati orang banyak maka lepaslah ikatannya dengan Islam.

***

Sumber: Republika


Dikirim pada 07 Agustus 2013 di Hikmah


Terkadang hidup ini bukan apa yang kita inginkan terjadi, melainkan ketetapan Allah yang tidak seperti kita harapkan. Itulah sumber dari kesedihan yang kita rasakan. Rasa sepi, duka, tekanan batin dan berbagai rasa sakit yang menyertai perbuatan orang yang justru anda cintai, telah mencoba menghadapi dan mengatasinya. Kini anda merasa seorang diri, menderita ketegangan jiwa, stress kekhawatiran dalam menjalani hidup ini tidaklah mudah. Kesedihan yang mendalam justru karena perbuatan orang yang kita cintai. Kita menggantungkan harapan yang begitu besar namun yang terjadi malah justru kita menjadi kecewa dan itu membuat kita menjadi sedih dan terluka.

Dikirim pada 07 Juli 2013 di Nasehat


Andaikata, uang kita diambil satu bagian, lalu dikembalikan sebanyak tujuh belas kali lipat, maukah kita? Andaikata, yang mengambil tidak memberitahu lebih dahulu, kalau nantinya akan dibayar dengan berlipat ganda, maukah kita?

Marilah kita ikuti pengalaman nyata seorang bapak muda yang cukup menarik untuk dikaji. Sebutlah Pak A. Sekitar 14 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1988, seorang muda yang baru dikarunia seorang anak, is bekerja sambil menyelesaikan kuliahnya yang tinggal sebentar lagi selesai. Gaji yang didapatkan dari pekerjaannya itu setiap bulannya dapat dikatakan sangat tidak cukup untuk biaya hidupnya beserta istri dan seorang anak kecilnya.

Dikirim pada 25 Juni 2013 di Nasehat


Malaikat Jibril pernah hadir di tengah-tengah majelis Rasulullah SAW Ketika itu Jibril mengajukan serangkaian pertanyaan yang mampu dijawab Rasul dengan baik. Setiap kali Rasul menjawab, Jibril mengatakan, “Engkau benar!” Hal ini membuat heran para sahabat. Dia yang bertanya, tapi dia pula yang membenarkan jawaban Rasul. Keheranan ini terjawab ketika Rasul mengatakan kalau yang datang itu adalah Malaikat Jibril yang sengaja memberi pelajaran kepada mereka tentang iman, Islam dan ihsan.

Ihsan adalah beribadah seolah-olah melihat Allah. Bila kita tidak melihat Allah, maka sesungguhnya Allah melihat kita. Demikian makna ihsan menurut Rasulullah SAW (HR Muslim). Jadi, ihsan menunjukkan satu kondisi kejiwaan manusia, berupa penghayatan bahwa dirinya senantiasa diawasi oleh Allah. Perasaan ini akan melahirkan sikap hati-hati, waspada dan terkendalinya suasana jiwa.

Iman, Islam, dan ihsan adalah tiga pilar bangunan Islam. Sehingga ihsan tidak bisa dilepaskan dari rukun iman dan rukun Islam. Ketiganya saling melengkapi. Kalau diilustrasikan, fondasinya adalah rukun iman, pilar-pilar dengan keseluruhan bangunan yang ada di atasnya adalah rukun Islam, dan ihsan sebagai ruhnya. Jadi, ihsan adalah penentu hadir dan tidaknya ruh seorang Muslim dalam menjalankan aturan Islam. Ketika seseorang beriman, berislam, namun tidak berihsan, maka saat itu ia belum sampai pada ruh ajaran Islam. Karena itu sangat penting bagi setiap Muslim untuk terus melakukan introspeksi diri, apakah sudah melakukan tajdiidul ihsan atau belum. Jangan sampai karena sibuk mencari dunia, aktivitas yang kita lakukan kehilangan ruhnya.

Membangun sikap ihsan

Sebentar lagi kita akan kembali memasuki bulan Ramadan. Tema sentral Ramadan adalah menjalankan ibadah saum. Kita menahan diri dari hal-hal yang sebenarnya halal dilakukan di luar Ramadan. Bukan hanya menahan diri dari hal yang haram, tapi dari hal yang halal, seperti makan, minum dan hubungan seks. Bila demikian saum erat kaitannya dengan ihsan. Sebab, siapa pun yang tidak memiliki sifat ihsan, mustahil akan bisa melakukan saum. Tanpa sikap ihsan, seseorang tidak akan memiliki kemampuan untuk menahan diri dari hal yang dihalalkan maupun diharamkan.

Allah SWT mendesain waktu yang panjang demi berjalannya proses penerapan rukun Islam. Dalam setahun, rukun Islam–khususnya rukun yang empat sesudah syahadat–dijalankan sejak bulan Rajab sampai Muharam. Perintah shalat hadir di bulan Rajab, melalui peristiwa Isra Mi’raj. Lalu perintah saum terjadi di bulan Ramadan, zakat di akhir Ramadan, dan haji di bulan Dzulqa’dah. Dari sana lalu masuk bulan Muharam atau tahun baru Hijriyah. Setelah memasuki tahun baru hijrah, umat yang berhaji diharapkan bisa kembali dengan membawa semangat hijrah yang membawa perubahan pada dirinya. Mengapa syahadat tidak memiliki momen khusus? Syahadat adalah transaksi kehidupan kita dengan Allah yang harus terus berlangsung selama 12 bulan penuh.

Jadi kita tidak bisa menumbuhkan ihsan hanya pada bulan Ramadan saja. Ihsan harus dilihat sebagai sebuah proses panjang, dari mulai shalat, saum, zakat serta haji.

Ihsan dan keimanan

Pertanyaannya, bagaimana cara mempertahankan sikap ihsan ini? Mempertahankan ihsan tidak jauh beda dengan mempertahankan iman. Dalam sebuah hadis disabdakan bahwa al-iimanu yazid wa laa yankus. Iman itu kadang bertambah, kadang berkurang, kadang naik, kadang turun. Kalau dibuat grafik, naik turunnya iman ada tiga.

Pertama, garis turun dan garis naik berada dalam posisi sama. Naik +10, turun -10. Keimanan seperti ini memungkinkan seseorang mendapatkan khusnul khatimah (baik di akhir), bila Allah berkenan mencabut nyawanya pada saat iman sedang naik +10. Namun bila Allah mencabut nyawanya pada saat imannya turun (-10), maka ia akan mendapatkan su’ul khatimah (jelek di akhir).

Kedua, naiknya sedikit, tapi mudah turun secara drastis. Misal, naik +2, turun -15, dst. Orang yang memiliki keimanan seperti ini, kemungkinan besar akan meninggal dalam kondisi su’ul khatimah. Ketiga, naiknya cepat, tapi lambat turunnya dan sedikit. Orang dengan iman konstruktif seperti ini, ketika ketaatannya naik, ia akan merasakan betapa lezatnya keimanan. Namun saat ia terjatuh pada kemaksiatan, ia akan resah dan ingin segera meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Menjaga sikap ihsan

Ada tiga cara untuk meningkatkan kualitas iman dan ihsan. Pertama, tadzwidul ‘ulum atau membekali diri dengan ilmu tentang hakikat kebenaran dan jalan hidup. Kalau kita ingin memiliki ihsan yang terpelihara, jadilah orang yang haus ilmu dan terus belajar tentang kebenaran (agama).

Kedua, kita harus memiliki shahabatus shalihin atau bersahabat dengan orang shalih. Kita boleh kenal dengan sembarang orang, tapi kita tidak boleh bersahabat dengan sembarang orang. Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang akan mengikuti agama dan keyakinan sahabat karibnya. Maka hendaknya seseorang memerhatikan siapa yang akan dijadikan sahabat karibnya (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Ketiga, amalkan hadis Nabi bahwa agama itu nasihat (saling menasihati). Faktor ketiga ini sulit dilakukan sebagian besar masyarakat kita. sebab, masyarakat kita memiliki tiga penyakit. [1]. Penyakit ewuh pekewuh, merasa sungkan, ada beban psikologis saat harus menasehati orang lain dalam kebaikan. [2]. Masyarakat kita belum menjadi masyarakat yang digambarkan Rasul. Kata Rasul, umat Islam itu laksana sisir, di mana anak sisir selalu sama tinggi dan sama rendah (egaliter). Masyarakat kita cenderung paternalistik. Orang yang lebih rendah akan sulit menasehati orang yang lebih tinggi. Padahal kehidupan Rasul dan para sahabat sangat egaliter. [3]. Cycle linguistic. Bahasa yang kita miliki sangat kaya ungkapan kebencian dan miskin ungkapan cinta serta kasih sayang.

Kalau tiga hal tersebut kita jalankan dengan baik, insya Allah bukan hanya iman yang bisa dipertahankan, tapi juga ihsan. Bila ihsan tetap menyala dalam hati seorang Muslim, niscaya ia akan jadi manusia unggul. Ia tidak hanya berpikir sekadar beramal, tapi akan berpikir bagaimana amal tersebut bisa optimal. Karena itu, seorang ihsan akan terhindar dari sifat under achiever, minder, merasa cukup dengan nilai delapan padahal ia mampu meraih nilai sepuluh.

Hakikatnya, ihsan itu dekat dengan itqan, yaitu selalu rapih, tertib dan mampu menata hidup dengan baik. Itulah cerminan para muhsinin. (tri )

***

Sumber: republika.co.id




Dikirim pada 19 Juni 2013 di Motivasi


Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.

Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik di antara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acap kali menakutkan.

Dikirim pada 16 Juni 2013 di Motivasi


Jam menunjukkan pukul 23.00. Tapi mata belum juga bisa terpejamkan. Setelah menyaksikan adegan istimewa yang disuguhkan Allah Swt di dinding kamar saya, bagaimana upaya seekor cicak menyambut rizkinya. Tiba-tiba tanpa sengaja pikiran saya melayang jauh ke masa lampau. Waktu itu bertepatan dengan hari ke sebelas bulan ramadhan.

Sosok ibu kami, pada masanya, beliau tidak pernah merasakan bagaimana menjadi seorang murid. Beliau tidak pernah sekolah. Walaupun hanya setingkat sekolah dasar. Tetapi cara-cara beliau mendidik dan memberi pelajaran kepada kami, sungguh sangat mengesankan dan membuat kami selalu kagum pada beliau. Diantara sekian banyak pelajaran kehidupan yang kami terima, ada satu hal yang terus saya ingat, apabila pikiran terbayang pada beliau.


Pada sore hari yang cerah, saya mau mengambil buah jambu yang ada di halaman rumah kami. Buah jambu itu tampak sudah matang dan begitu menggairahkan. Perlu diketahui bahwa pohon jambu yang kami tanam di depan rumah kami adalah buah ‘jambu jepang’, istilah orang kampung. Pohon itu sangat langka pada saat itu.

Di kampung tempat kami tinggal hanya ada satu pohon itu saja. Sehingga semua orang yang melihatnya kepingin sekali merasakan bagaimana rasa buah `jambu jepang’ tersebut. Pohon itu kalau berbuah juga tidak terlalu banyak. Kadang-kadang satu pohon hanya ada satu atau dua buah saja yang masak. Perlu diketahui pula bahwa buahnya sangat kecil hanya sebesar buah kelengkeng saja. Tetapi baunya harum dan rasanya manis.

Pada hari itu, buah jambu yang masak ada dua buah. Ketika sore itu saya mau mengambil buah yang sudah ranum, ibu melarangnya. Sehingga saya agak kecewa karenanya.

Kata saya : ‘..Mengapa bu, saya tidak boleh mengambil buah tersebut? Kan itu milik kita. Kalau tidak cepat diambil nanti kan membusuk?”

Jawab ibu : “Nak, kita kan sudah pernah makan buah tersebut. Walaupun dengan menunggu dalam waktu yang cukup lama. Dan memang kadang-kadang kita hanya bisa makan satu atau dua buah saja yang sedang masak. Tetapi tetangga depan rumah kita itu, belum pernah mencicipinya. Kemarin ibu lihat anaknya pingin sekali mengambil jambu itu. Karena itu janganlah diambil. Berikan buah jambu itu kepada mereka. Agar hatinya senang…

Kembali mata saya berkaca-kaca, mengingat peristiwa sederhana itu. Sebuah peristiwa yang mungkin setiap orang akan pernah menjumpainya dalam keluarganya masing-masing. Atau dalam lingkungan lainnya, dengan model yang berbeda.

“Dahulukanlah orang lain… ! Begitulah kira-kira inti pelajaran istimewa yang saya terima dari beliau Mengenang peristiwa itu, saya jadi teringat sebuah riwayat yang menceritakan tentang seorang sahabat yang oleh rasulullah disuruh menjamu tamunya. Ceritanya, di rumah sahabat tersebut tidak terdapat sesuatu makanan, kecuali makanan milik anaknya. Karena sang pemilik rumah ingin lebih mengutamakan tamunya dari pada keluarganya, ia memberikan makanan milik anaknya tersebut kepada tamunya dengan cara yang sangat luar biasa.

Yaitu ketika waktu makan bersama tamunya, sang pemilik rumah pura-pura makan juga, padahal piringnya kosong. Mengapa pura-pura? Supaya sang tamu tidak mengetahui kalau pemilik rumah sebenarnya tidak ikut makan. Untuk maksud itu, maka lampu di dalam rumah